Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 September 2013

KHASIYAT BUAH-BUAHAN YANG DI SEBUTKAN AL-QUR’AN

Al-An’am : 99. dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan Maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. Ayat di atas menyebutkan berbaga macam buah-buahan, dan hebatnya Al-Qur’an semua buah-buahan yang disebutkan di atas mengandung manfaat sekaligus obat bagi beberapa penyakit, untuk itu saya mencoba menjelaskannya kepada Ibu-Ibu sekalian

 1. Buah tin - Kandungan : menurut medis yang dikeluarkan Harian Al-Qatar Buah Tin ini mengandung Kalsium dan Potasium dan mengandung Zat benzaldehyde yang berfungsi melawan sel Kanker - Fungsi bagi Kesehatan Tubuh : Buah Tin berfungsi untuk melawan Kolesterol Jahat, menguatkan jantung dan menormalkan pernafasan bagi penderita sesak nafas, buah tin yang manis ini juga bermanfaat untuk melancarkan buang air besar menyehatkan hati dan limpa.

 2. Buah Zaitun - Kandungan : buah Zaitun mengandung Asam linoleik - Fungsi bagi kesehatan tubuh : sangat bermanfaat untuk melancarkan ASI, minyak Zaitun berfungsi juga untuk melawan penyakit Diabetes atau kencing manis

 3. Buah Kurma - Kandungan : Daging Kurma Mengandung Fluktosa dan Glukosa (Gula), keduanya berkalori sangat tinggi yang sangat mudah dicerna oleh tubuh.kandungan lainnya kurma memiliki banyak mineral, Potasium, Kalsium,sodium, besi mangan dan tembaga). - Fungsi bagi kesehatan tubuh: Kandungan Gula pada Kurma dapat menenangkan syaraf yang gelisah serta memberikan rasa aman pada kejiwaan (bisa menurangi stress) Ibu yang melahirkan banyak mengeluarkan darah, secara otomatis Gula darah akan berkurang maka mengkonsumsi kurma adalah salah satu cara untuk memulihkannya, seperti Siti Maryam ibu Nabi Isa di perintahkan Allah memakan Kurma setelah melahirkan. Pengalaman Medis menyebutkan Kurma Juga bermanfaat bagi kesehatan Bayi dalam perut ibu dan juga meningkatkan produksi Air susu yang bergizi tinggi

 4. Anggur - Kandungan : Anggur banyak mengandung Unsur metalik (besi, Potasium dan Kalsium) serta mengandung Gula dan beragam Vitamin A.C dan E - Fungsi bagi Kesehatan tubuh : mengobati penyakit Anemia (kekurangan darah Merah), mengobati Liver, Ginjal dan Sistem pencernaan, Anggur berfungsi mengeluarkan air yang berlebihan dan dapat menurunkan tekanan darah. - Para penderita bisul Perut, sakit maag, radang persendiaan, radang usus, reumatik dan keracunan di sarankan untuk minum Jus Anggur, anggur juga berfaedah untuk merawat kecantikan kulit-karena kandungan gizinya mampu membersihkan darah kotor (jerawat dll).

 5. Delima - Kandungan Gizi : Delima mengandung Pottasium yang besar dan juga mineral seperti Fosfor, Kalsium, besi dan sodium, juga berbagai vitamin A, B1,B2, C dan B3) - Fungsi bagi Kesehatan : Mengatur kepekaan Otot, menghilangkan rasa Letih, dan juga menguatkan Jantung

 6. Pisang Al-Qur’an berfirman : Al-Waqi’ah 28-33. berada di antara pohon bidara yang tak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya. - Kandungan Gizi : 75 % air Protein 1,3 % Protein, 0,6 % lemak, sisanya Karbohidrat dan Pottasium - Fungsi bagi Kesehatan Tubuh : Menyembuhkan Demam, Kejang-Kejang, terkilir dan mempermudah buang air besar. Meningkatkan pertumbuhan sel dan Otot, kandungan Gizi pisang juga berfungsi untuk mengatur stabilitas kerja Otak. Demikian Semoga Bermanfaat v Di kutif dari : aabasith-rahmat-s.blogspot.com

PERLUKAH MANUSIA BERAGAMA ?

I. PENDAHULUAN Perlukah Manusia Beragama ? “. Sebuah pertanyaan Umum yang harus di Jawab Oleh Manusia yang selama ini mengaku memiliki Tuhan (Alloh Swt). Untuk menjawab perlukah Manusia Beragama ? bisa dengan pertanyaan lagi, Perlukah Manusia Makan dan Minum ? II. PENGERTIAN AGAMA  Perhubungan antara Tuhan dengan Manusia, yaitu perhubungan yang mengutarakan bergantungnya manusia dengan Tuhan (Katolik)  Mengenal,Mencintai dan Memuja Tuhan (Protestan)  A = tidak, Gama = Kacau (Sansekerta)  Agama adalah Dien, Ialah segala peraturan yang ditetapkan Alloh Swt. dengan perantaraan Nabi-Nabi-Nya untuk keperluan hamba-hamba-Nya, supaya dengan mengikuti peraturan itu mereka mendapat kedekatan dengan Alloh Swt, dan memperoleh keselamatan. (mufrodat Roghib-al-Millah) III. FAEDAH AGAMA Agama bersifat Mengatur dengan menawarkan sejumlah manfaat Rasional.  Mengatur Hablum Minalloh dan Hablum Minannnas atas dasar kasih Sayang.  Agama mengajarkan Akhlak, mengubah perilaku hewani menjadi manusiawi.  Agama menanamkan harapan baik, yang membuatnya tahan uji, manusia yang tidak berdaya oleh agama diajarkan untuk tidak putus asa.  Agama mengajarkan bersikap adil, membatasi para penguasa dunia. (Jabatan = Amanah)  Hal terpenting dalam berAgama adalah Ibadah IV. ISLAM PUNCAK AGAMA SAMAWI 3:3. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. 3:19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. 3: 85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi. V. NILAI-NILAI KEUNGGULAN ISLAM Islam di katakan Agama Paling sempurna karena memiliki nilai-nilai lebih dari agama yang datang Sebelumnya, nilai-nilai itu antara lain : 1. Ajaran Islam Sangat Rasional (Masuk Akal) 2. Islam Mengajarkan Untuk Selalu Mengambil Jalan Tengah (berbuat Adil) 3. Hubungan Langsung Hamba Dengan Tuhan-Nya. 4. Tempat Ibadah di Luaskan. 5. Al-Qur’an kitab Wahyu sangat Lengkap dan terjaga. 6. Sifat-Sifat Tuhan Diuraikan Secara Lengkap 7. Islam Memberi penjelasan atas masalah-masalah Ghaib 8. Pengaturan Lengkap dalam Istilah-Istilah syari’at 9. Islam agama Universal 34:28. dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. 107 21 Rasulullah saw. adalah pembawa rahmat untuk seluruh umat manusia, sebab amanat beliau tidak terbatas kepada suatu negeri atau kaum tertentu. كان النبي يبعث الى قومه خناصة وبعثت الى الناس عامة

Jumat, 27 Januari 2012

Syaiful Mujani: Takut Ahmadiyah, Takut Kepada Siapa?

JAKARTA - Anggota jemaah Ahmadiyah diburu, dikepung ruang geraknya, seperti binatang. Bukan hanya oleh orang-orang di lapisan bawah, tapi juga oleh elite negara dan ulama. Wujudnya adalah kebijakan jahat yang dibuat elite tersebut dalam bentuk surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri, dan dikaitkan dengan undang-undang penistaan agama. Dalam SKB itu, Ahmadiyah jelas kehilangan hak-hak asasinya yang paling fundamental sebagai warga negara, yakni kebebasan berkeyakinan dan menjalankannya.


Sejumlah aktivis mengajukan review kebijakan dan undang-undang yang digunakan untuk mendiskriminasi dan membantai warga Ahmadiyah itu. Dasar pengajuan review tersebut adalah kebijakan yang diskriminatif itu dinilai bertentangan dengan konstitusi, yang menjamin kebebasan berkeyakinan serta beragama dan, karena itu, wajib hukumnya dibatalkan. Kita tahu semua, Mahkamah Konstitusi tidak mengabulkan permohonan tersebut.

Kalau bicara secara pribadi dengan para pejabat negara tersebut, mereka mengakui bahwa kebijakan negara itu diskriminatif dan melanggar konstitusi. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan bicara secara jernih pun bahwa setiap warga, apa pun keyakinannya, dijamin di negeri hukum ini mereka tidak berani. Saya melihat mereka takut. Takut terhadap siapa? Saya tidak tahu, tapi kesan saya, mereka takut terhadap "umat Islam".

Umat Islam adalah kolektivitas yang dibayangkan hidup, punya logika, dan punya jalan pikiran sendiri. Ia punya sikap tentang apa itu Islam dan apa itu bukan Islam. Barang siapa yang memahami Islam di luar pemahamannya dianggap mengancam Islam dan umat Islam dan, karena itu, harus dikeluarkan. Bila tidak mau keluar, tetap bernaung dalam nama Islam, ia dinilai pantas dimusnahkan.

Sikap umat seperti ini sebenarnya diciptakan dalam sejarah oleh sebuah otoritas agama atau ulama dan negara atas dasar penafsiran yang dinilai berlaku umum dalam tradisi otoritas tersebut. Peran ulama adalah membentuk paham-paham Islam mana yang benar dan mana yang tidak benar, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Sampai di situ tidak apa-apa. Tapi, ketika otoritas agama ini punya kekuasaan atau bisa menggunakan kekuasaan negara, paham tersebut bisa punya daya paksa dan bahkan daya musnah seperti yang kita saksikan di Pandeglang itu.

Negara bisa dipaksa atau mungkin dipersuasi oleh ulama, terutama Majelis Ulama dan para ulama di Kementerian Agama karena petinggi negara terkait takut dinilai membela hak-hak beragama jemaah Ahmadiyah. Mereka takut dinilai memusuhi umat Islam kalau menolak permintaan para ulama untuk mengkerangkeng jemaah Ahmadiyah.

Saya tahu para ulama itu sungguh-sungguh melihat Ahmadiyah sebagai ancaman terhadap umat Islam. Tapi para pejabat negara terkait sebenarnya tidak merasa seperti itu. Sebenarnya banyak di antara mereka yang memandang bahwa paham seperti yang dipegang oleh Ahmadiyah merupakan hak jemaah Ahmadiyah sendiri dan negara tidak boleh memaksa mereka berislam selain cara mereka sendiri. Mereka juga percaya bahwa negara wajib melindungi setiap keyakinan apa pun, termasuk keyakinan yang dikaitkan dengan Islam, seperti Ahmadiyah. Tapi elite negara itu takut terhadap umat kalau harus mengatakan demikian secara terbuka kepada publik. Mereka takut dinilai merusak Islam, dan takut dimusuhi umat Islam.

Ketakutan elite negara, yang umumnya awam dengan tafsir Islam, itu semakin menjadi-jadi karena hampir tidak ada ulama tandingan dari umat Islam yang berpengaruh untuk menyampaikan paham alternatif terhadap pandangan tentang Islam yang dinilai umum tersebut. Kita tahu ada sejumlah ulama atau intelektual yang menoleransi adanya perbedaan paham dalam Islam, termasuk yang berkaitan dengan akidah, karena mereka tahu bahwa perbedaan semacam itu punya sejarah yang panjang dalam tradisi Islam. Dan sah adanya.

Kita ingat bagaimana para pendukung Sayidina Ali dan para pendukung Sayidina Usman saling mengkafirkan, saling mengeluarkan mereka dari Islam. Padahal mereka semua para pengikut setia Nabi. Mereka berebut pengaruh. Bukan soal paham agama betul.

Kita tahu banyak ulama besar pada masa keemasan Islam yang lebih mengutamakan akal daripada wahyu, yang menganggap akal lebih penting daripada wahyu. Juga kita ingat perdebatan besar para ulama Asyariah dan Mu'tazilah tentang hakikat wahyu atau Al-Quran, apakah ia kekal (qadim) atau baru (hadis). Kita juga tahu ada ulama besar tasawuf, seperti Yazid Albustami atau Al-Hallaj, yang punya ungkapan ganjil bagi awam umat Islam ketika mengatakan, misalnya, "tidak ada Tuhan selain Aku"; "Aku adalah Tuhan", dan seterusnya.

Itu semua wilayah akidah dan, karena itu, beda paham dalam soal akidah juga biasa saja. Kalau Mirza Ghulam Ahmad mengaku dirinya seorang nabi, ya, tidak ada apa-apanya kalau kita melihat perbedaan paham para ulama pada zaman keemasan Islam tersebut. Jangankan yang mengaku sebagai nabi, yang mengaku dirinya sebagai Allah saja ada. Jangankan perbedaan paham dalam menafsirkan sumber doktrin Islam, yakni Al-Quran, yang menganggap Al-Quran kurang penting pun ada. Dan semuanya berdasarkan atas otoritas keulaman mereka.

Celakanya, para ulama yang berdiri di belakang SKB itu cukup tahu sejarah Islam, tapi mereka memilih secara selektif. Seleksi itu bukan karena mereka sudah bertemu dengan Allah dan mengatakan bahwa Allah membenarkan substansi SKB itu, tapi lebih karena perasaan dan sejarah sosial mereka sendiri dalam lingkungan ulama Indonesia yang jumud, yang mata hatinya tertutup terhadap kenyataan bahwa ini adalah Indonesia, negara Pancasila, bukan negara Islam.

Sejauh ini para ulama yang bernafsu mengeluarkan Ahmadiyah dari Islam cukup berhasil memonopoli arti dan makna Islam itu, sehingga paham yang lain harus dimusnahkan. Lebih dari itu, mereka kemudian berhasil juga menciptakan ketakutan di seantero negeri, termasuk kepada para jenderal yang paham keislamannya dari tradisi abangan itu.

Para elite negara begitu takut kepada umat Islam yang maknanya ciptaan para ulama itu. Mereka begitu percaya, kalau melawan paham ulama itu, mereka akan ditinggalkan umat Islam, yang membentuk hampir seluruh penduduk negeri ini. Kalau ditinggalkan, apalagi dimusuhi umat yang buatan ulama itu, habislah riwayat petinggi negara yang nasibnya bergantung pada pilihan umat itu, apakah itu presiden, anggota DPR, gubernur, maupun bupati. Pejabat-pejabat negara lainnya yang tak dipilih umat, seperti yang duduk di Mahkamah Konstitusi, kejaksaan, kepolisian, dan kementerian, juga takut karena bergantung pada para pejabat yang dipilih umat tersebut. Umat berkuasa, dan membuat takut seantero negeri.

Sumber: Koran Tempo l Penulis: Syaiful Mujani.DOSEN FISIP UIN JAKARTA