Senin, 13 April 2009

PENUMPAHAN DARAH ATAS NAMA AGAMA

Merupakan salah satu karya Emas Hadhrat Khalifatul Masih ke IV, beliau seorang cendekiawan yang telah memuaskan banyak para penaya dari berbagai belahan dunia, dalam buku ini antara lain beliau menulis ...
Sejarah kehidupan manusia memang diseret-seret melalui debu dan darah. Sejak hari dan saat bila Qabil membunuh saudaranya, Habil, sampai hari ini demikian banyak darah telah mengalir tanpa hak sehingga jika darah itu dikumpulkan maka hari ini darah itu cukup untuk mewarnai pakaian seluruh manusia penduduk persada bumi ini. Bahkan mungkin sisa darah itu akan cukup memerahi pula pakaian hingga keturunan kita yang akan datang. Tetapi disesalkan bahwa hingga hari ini manusia tidak pernah merasa puas minum darah.
Terbunuhnya Habil di tangan Qabil merupakan darah pertama yang tidak berdasar hukum yang telah disebutkan dalam AI-Qur'an dan Bible sebagai peringatan bagi kita untuk selama-lamanya, dan peringatan ini akan terpelihara seterusnya hingga berakhirlah lembaran sejarah hidup manusia dan bila bumi ini akan tergulung habis. Akan tetapi bila manusia memperhatikan kernbali latar belakang sejarah hidupnya lalu sejenak meninjau keadaan sekelilingnya dalam dunia hari ini maka timbul pencelaan menusuk-nusuk dalam hatinya seperti pecahan-pecahan kaca. Sebagaimana dahulu manusia zalim hari ini juga manusia tetap zalim. Sebagaimana dahulu ia kejam, sekarang pun kejam. Kisah kezaliman amat panjang dan bab-bab kisah itu tak kunjung berakhir. Dan haus darah yang bergolak di hati Qabil dahulu, sekarang pun bisa bergolak dalam berbilang dada manusia merupakan bara api yang walaupun beribu tahun lamanya disirami tetap tidak pernah mendingin.
Contoh pembunuhan secara perseorangan pun tiada terhitung banyaknya. Contoh-contoh peristiwa berdarah secara kelompok dan kaum pun tak terhingga banyaknya dan adalah bagaikan gelombang lautan yang tiada hentinya bergerak dari suatu sudut bumi ke sudut bumi yang lain menyerbu penghuninya. Gerombol demi gerombol dan pasukan demi pasukan lasykar keluar dari kubu-kubu menyerbu negeri-negeri. Kaisar pun telah menumpahkan darah seperti juga Kisra. Tangan lskandar Agung dan Nero juga berlumuran darah. Tangan Hulaku dan Jengis Khan pun ketika menghancurkan Baghdad telah memerahi lembaran sejarah sampai hari ini bagaikan rona merah ufuk waktu senja.zamannya. Mereka dihina, diolok-olok pula dan dianiaya seperti orang-orang sebelum mereka. Namun Nabi Nuh serta pengikutnya tetap bersabar mempertahankan pendirian mereka. Hal yang sama juga dilancarkan kepada Nabi lbrahim dan para pengikutnya. Untuk Nabi lbrahim bukan saja api fitnah dinyalakan bahkan betul-betul beliau dilemparkan hidup-hidup ke dalam kobaran api.
Para penentang Nabi Luth yang buta hakikat agama pun memakai nama agama untuk melancarkan penganiayaan terhadap Nabi Luth dan para pengikutnya lalu memberikan juga ancaman-ancaman serupa. Para penentang Nabi Luth mengancam akan mengusir beliau dari negerinya kernudian berulang kali menyerang, mengancam, dan menakut-nakuti agar beliau berhenti dari kegiatan tabligh agamanya. Para penentang Nabi Syu'aib pun melakukan tindakan serupa itu dan berkata kepada




PENUMPAHAN DARAH ATAS NAMA AGAMA


Sejarah kehidupan manusia memang diseret-seret melalui debu dan darah. Sejak hari dan saat bila Qabil membunuh saudaranya, Habil, sampai hari ini demikian banyak darah telah mengalir tanpa hak sehingga jika darah itu dikumpulkan maka hari ini darah itu cukup untuk mewarnai pakaian seluruh manusia penduduk persada bumi ini. Bahkan mungkin sisa darah itu akan cukup memerahi pula pakaian hingga keturunan kita yang akan datang. Tetapi disesalkan bahwa hingga hari ini manusia tidak pernah merasa puas minum darah.
Terbunuhnya Habil di tangan Qabil merupakan darah pertama yang tidak berdasar hukum yang telah disebutkan dalam AI-Qur'an dan Bible sebagai peringatan bagi kita untuk selama-lamanya, dan peringatan ini akan terpelihara seterusnya hingga berakhirlah lembaran sejarah hidup manusia dan bila bumi ini akan tergulung habis. Akan tetapi bila manusia memperhatikan kernbali latar belakang sejarah hidupnya lalu sejenak meninjau keadaan sekelilingnya dalam dunia hari ini maka timbul pencelaan menusuk-nusuk dalam hatinya seperti pecahan-pecahan kaca. Sebagaimana dahulu manusia zalim hari ini juga manusia tetap zalim. Sebagaimana dahulu ia kejam, sekarang pun kejam. Kisah kezaliman amat panjang dan bab-bab kisah itu tak kunjung berakhir. Dan haus darah yang bergolak di hati Qabil dahulu, sekarang pun bisa bergolak dalam berbilang dada manusia merupakan bara api yang walaupun beribu tahun lamanya disirami tetap tidak pernah mendingin.
Contoh pembunuhan secara perseorangan pun tiada terhitung banyaknya. Contoh-contoh peristiwa berdarah secara kelompok dan kaum pun tak terhingga banyaknya dan adalah bagaikan gelombang lautan yang tiada hentinya bergerak dari suatu sudut bumi ke sudut bumi yang lain menyerbu penghuninya. Gerombol demi gerombol dan pasukan demi pasukan lasykar keluar dari kubu-kubu menyerbu negeri-negeri. Kaisar pun telah menumpahkan darah seperti juga Kisra. Tangan lskandar Agung dan Nero juga berlumuran darah. Tangan Hulaku dan Jengis Khan pun ketika menghancurkan Baghdad telah memerahi lembaran sejarah sampai hari ini bagaikan rona merah ufuk waktu senja.zamannya. Mereka dihina, diolok-olok pula dan dianiaya seperti orang-orang sebelum mereka. Namun Nabi Nuh serta pengikutnya tetap bersabar mempertahankan pendirian mereka. Hal yang sama juga dilancarkan kepada Nabi lbrahim dan para pengikutnya. Untuk Nabi lbrahim bukan saja api fitnah dinyalakan bahkan betul-betul beliau dilemparkan hidup-hidup ke dalam kobaran api.
Para penentang Nabi Luth yang buta hakikat agama pun memakai nama agama untuk melancarkan penganiayaan terhadap Nabi Luth dan para pengikutnya lalu memberikan juga ancaman-ancaman serupa. Para penentang Nabi Luth mengancam akan mengusir beliau dari negerinya kernudian berulang kali menyerang, mengancam, dan menakut-nakuti agar beliau berhenti dari kegiatan tabligh agamanya. Para penentang Nabi Syu'aib pun melakukan tindakan serupa itu dan berkata kepada
Insert

"Wahai Syu'aib! pilihlah antara dua hal, kamu bersama pengikutmu akan diusir dari negeri ini atau kembalilah ke dalam agama kami. Jika tidak, kami akan melancarkan serangan lalu menyiksa kamu serta pengikutmu. Kamu harus mengubah perilakumu. Oleh sebab itu kami berikan kesempatan untuk meninggalkannya. "Awalau kunna kaarihim?" Hazrat Syu'aib berkata,"Sekali pun hati kami tidak membenarkan agama kamu?"(Al-Araf:89).

Apakah dengan cara macarn ini dapat dibuat seseorang beriman dan mengkuti sesuatu agama padahal hatinya meyakini bahwa agama itu palsu? Dan jika hati ingin lari dan mencari agama yang damai dan mengajarkan kebenaran, apakah dapat dia dipaksakan supaya melawan kata hatinya dan fitratnya ia memeluk agama yang tidak dapat memberikan kepada hatinya ketentraman?
Jawaban Nabi Syu'aib yang menolak faham "qatli murtad" (menghalalkan pembunuhan bagi orang yang dituduh murtad) berisikan satu dalil yang begitu kokoh-kuat laksana karang sehingga tidak dapat dibantah oleh siapa pun hingga saat ini sebab hati dan akal tiap manusia selalu menjadi saksi, bahwa belum pemah dan tidak akan pernah hati nurani dapat ditâklukkan dengan kekuatan pedang. Kendatipun pedang itu dapat menguasai daging dan tulang tetapi akal, perasaan, dan akidah tidak dapat digoyahkan atau dipaksa.
Karéna, ini adalah suara kata hati nurani manusia yang tidak dapat dirubah dan dasar fitrat yang telah dianugerahkan kepada Adam. Manusia yangterakhir di dunia ini pun akan mati atas dasar fitrat itu. Suara fitrat insani itu tidak dapat ditukar dan tidak dapat berubah dan mereka yang teraniaya dan dituduh murtad dan wajib dibunuh oleh pemimpin-pemimpin yang buta agama, suara hati nurani mereka akan tetapilcngumandangkan kebenaran, "Apakah kamu memaksakan kami beriman kepada iktikad-iktikadmu yang rusak sedang hati kami sedikit.pun tidak tertarik kepadanya?" Tetapi sangat disesalkan bahwa dan da
hi orang-orang yang buta agama selalu memusuhi nabi-nabi beserta
pcngikut mereka lalu'memberi fat\va murlad séria wajib dihukum mati
diin menciptakan cara kezaliman yang mencemari citra kcmanusiaan.
•J Kernudian camkanlah bnhwa wirih ~-nh; \f..»- -i—- -—--- " •

--_..._ I-JLY~U' .,u.:ffya pun mengalarni periakuan demikian dan Fir'aun pun mengatakan
.l~ll»a yang telah dikatakan pernimpin-pemimpin gadungan kaum-kaum
'îS<خII»lýmٌ\>aa T~-" -—"--~ ----- -

~'--~•ý1••C4•• uaýý a~ycrLý caia pengafilayaan dan para kaum terdahulu
liMphadap nabi-nabi mereka, demikian juga Fir'aun inemerintahkan kc-
lpBada kaumnva. ', ,; _. ,,,,,
l- 1;~ ýip t~ll ~ ýýý ~~ ~ي~;;;;;;;
"»•

1~ -~JL~UJ

"Hai para pengikutku! hancurkanlah kaum dan para peng-
ikllt Musa dengan cara kekerasan dan bunuhlah anak-anak lelaki
mereka, lalu biarkanlah hidup anak-anak perempuan mereka!"
(Al-Mu'min : 26)
Alhasil. lihatlah hahwٌ atnc n~mll ~rr?m ~_J-I--- i '

-_- U ~ruuuu ýýaýýýa agtuiiti LuiuaK.aii KeKerasan serta
lijpiHnbunuhan senerti itii tirlal- nprno~ ~lll'>~..l."- ,ý,~ - -

r -----„ ---- f,~i.ii.uii >JiJiin.uB.aiiuicii{JaTajeniaatpciigi-
i~fcftt Nabi tetapi selalu oleh penentangnya, sedangkan nabi serta pengi-
,:-t.:r~atnvaa mpn~rl;; E?O'lrF••~ »-*-— -—~--- - "~

„-.,„—,_ ..~.~•IUUI .,Mai.an tJc"g•dlll•dy•dn. A-emuaian sesudah Nabi Musa
I•aegitUJ'uga dialami oleh Nabi Isa a.s. sehinggamusuh-musuh menangkap
ljbeliau lalu berusaha membunuh beliau di atas tiang saJib dan para peng-
likut-setia beliau pun ditimpa berbagai penganiayaan kejam. Jadi rang-
lte3Tl nPno~nف~~ll~nn PPI•+~ »~~---~-— l--"

-—- i..~jaýýýc~y aýýýý a'-l~a ycit!>.w'diui ti'dK. yang benalaii sejak dahulu
ngga sekarang atas namaagama dan dikenal sebagai hukuman bagi

17

orang yang dianggàp murtad, sama sekali tidak tercantum dalam buku-
buku samawi. Maksud saya ialah bahwa ajaran semacarn itu tidak ter-
dapat dalam kitab-kitab yang diturunkan Allah swt. kepada nabi-nabi.
Jika sesudah wafatnya para Nabi, di masa ratusan tahun kernudian,
orang-orang khianat mengadakan perubahan dalam teks kitab itu atau
menambah ajaran yang membolehkan kezaliman, karena dorongan nap-
su mereka, maka kitab-kitab samawi tidak dapat disalahkan.
AI-Qur'an telah mengernukakan bukti yang nyata berdasarkan fak-
ta-fakta sejarah agama yang tak dapat dipungkiri bahwa para nabi serta
jemaat pengikut mereka yang mukhiis adalah golongan manusia yang
paling banyak menjadi sasaran penganiayaan. Tetapi mereka menerima
segala kezaliman itu dengan sabar dan istikamah, semata-mata karena
Allan. Sesudah membaca sejarah ini, siapa pun — biar bagaimana pun
kurang akalnya — tidak dapat mengatakan bahwa kezaliman tetap diizin-
kan oleh agama terhadap mereka yang meninggalkan suatu agama. Para
nabi memang mengajarkan untuk meninggalkan suatu agama serta me-
narik masuk ke dalam agama lain. Jika mereka sendiri yang menga-
jarkan demikian maka bagaimana boleh jadi bahwa hanya semata-mata
karena seseorang meninggalkan sesuatu agama memasuki agama lain
lantas terhadap dia dibenarkan melakukan suatu bentuk kekerasan dan
penganiayaan? Dari AI-Qur'an juga dapat kita ketahui bahwa bukan ha-
nya terhadap jemaat nabi-nabi bahkan sesudah mereka juga para peng-
ikut mereka sesudah ratusan tahun berlalu pun dianiaya oleh orang-
orang zalim pada zamannya dengan mengatasnamakan agama. Tetapi
perbuatan mereka itu tidak mendapât ridha dan restu llahi dan keza-
liman semacarn itu terlalu asing dan jauh dari agama. Sehubungan de-
ngan itu AI-Qur'an mengernukakan "Ashhabul Kahfi" sebagai misai.
Mereka itu adalah orang-orang Kristen yang selama tiga abad menjadi
sasaran penganiayaan musuh-musuh Kristen. Mereka begitu dianiaya
dan disiksa sehingga bila teringat akan peristiwa sadis itu siapa pun
tidak dapat menahan cucuran air mata. Saya sendiri telah menyaksikan
bangunan-bangunan itu tempat orang-orang Kristen pemah dipenjara
dan disiksa itu. Bangunan-bangunan itu disebut "Collisium." Dizaman
Romania purbakala, tempat-tempat itu merupakan teater-teater yakni
tempat-tempat tontonan. Di tempat-tempat itu diadakan adu kekuatan
antar gladiator-gladiator atau singa-singa dan banteng-banteng.
Menurut AI-Qur'an, tempat-tempat tontonan itu dijadikan sarana
untuk menyiksa orang-orang Kristen. Di satu pihak di dalam kandang-

18


kandang itu ditempatkan singa-singa dan binatang-binatang buas yang
iengaja dibiarkan lapar taupa diberi makan berhari-hari, sedang di lain
pihak mereka menempatkan orang-orang Kristen yang dituduh murtad
atas fatwa ulama-ulama mereka karena keluar dan agama tradisi mereka
-dan masuk agama bani.
Jadi dalam penjara itulah "orang-orang murtad" disekap dan dibiar-
kan lapar dalam keadaan telanjang dan berhari-hari tidak diberi makan
dan minum sehingga berdiri pun mereka tidak sanggup lagi karena 1e-
mahnya. Kebalikannya, binatang-binatang buas yang lapar dan haus
menjadi tambah buas lalu dilepas masuk penjara dengan amat mengeri-
kan dan menerkarn mangsa mereka. Tentu saja binatang-binatang buas
itu melahap mereka sampai tulang-tulangnya pun habis dikunyah me-
reka. Itulah tontonan yang mereka saksikan dengan sorak-sorai karena
gembiranya bahwa itulah hukuman bagi orang-orang yang murtad.
Setelah itu mereka kernbali ke rumah dengan berseri-seri meneriakkan
slogan-slogan kernenangan karena telah menumpas fitnah dengan cara
mengesankan, yaitu, menganiaya orang-orang yang dituduh murtad dan
sesat.
Kadang-kadang mereka melepaskan kawanan banteng liaryang
sudah sangat menderita karena kelaparan. Lalu binatang itu seolah-
olah nienjadi gila menyaksikan lingkungan yang asing bagi mereka serta
menyaksikan pernandangan yang aneh adanya manusia yang begitu
banyak itu. Dan bila orang Kristen yang sedang dianiaya itu maju ke
arah banteng-banteng itu maka dengan mata merah berlumur darah dan
Suara nafas mendengus, hewan-hewan itu menerkarn, menanduk, dan
menginJ'ak-inJ'ak mangsa mereka di bawah kaki mereka» Bersama suara
' ~dan nafas mendengus itu kedengaran juga jeritan tangis manusia yang
,niengerikan di tengah gemuruh sorak-sorai penonton.
Tetapi di tengah arnukan binatang dan hewan buas itu orang-
orang mukmin itu tetap memperlihatkan keteguhan pendirian mereka.
~ereka pantang mundur, menyerahkanJ'iwa dimakan singa dan binasa
çlitanduk banteng-banteng.
Penganiayaan ini terus-menerus berlangsung dan masa ke masa
.s~lama tiga abad sampai pada akhimya ketika para pengikut Kristen
Àerasa tidak ada lagi bagi mereka tempat berpijak di atas bumi ini. saat
itulah mereka melarikan rliri dari knta mpnc~tý r.~î:~J-~--~--"•—-

-—-- —-- - —-- -- ———f — ~ '»— i"J nt.niiniu.ngiîlB~a di bawah tanah. Dalam gua-gua itu mereka merasa lebih aman
~~tt.•*«~~l J-- ~— __ý ..- • • ••-

ui [cngan-iengan cacing-cacing, ulat-ulat, dan ular; namun di atas

19
pennukaan burni tidak ada lagi tempat bagi mereka hidup di tengah-
tengah manusia sebab bahaya binatang-binatang kejam yang berjubah
adalah jauh lebih besar daripada bahaya binatang-binatang melata da-
lam tanah (gua).
Selain dan "Ashhabul Kahfi" yang bermukim di bawah tanah, Al-
Qur'an juga menyinggung kaum Muwahid Kristen di zaman permulaan
yang hidup di bawah tindasan pernerintahan orang-orang yang tidak
beragama, tetapi dengan dalih agama, menyiksa serta menganiaya de-
ngan melemparkan kaum Muwahid itu hidup-hidup ke dalam api yang
sedang menyala-nyala hanya oleh sebab mereka beriman kepada Tuhan
Yang Maha Perkasa dan Maha Terpuji. AI-Qur'an menjelaskan hal itu
sebagai berikut dalam surah AI-Buruj:

'Demi langityangmempunyaigugusan bintang-bintang
dan demi hari yang dijanjikan, dan sang saksi dan ia yang diberi
kesaksian. Terkutuklah pernbuat parit api yang dinyalakan dengan
bahan bakar ketika mereka duduk di dekat api itu. Dan mereka
menjadi saksi atas apa yang dilakukan mereka terhadap orang-
orang mukmin. Dan mereka tidak menarah dendam terhadap me-
reka itu melainkan hanya karena mereka beriman kepada Allah
Yang Mahaperkasa tagi Maha Terpuji, Dzat Yang kepunyaan-
Nya kerajaan selurah langit dan burni; dan Allah menjadi saksi
atas segala sesuatu " (A l-Buruj: 1-10).
Sebagai dalil bahwa mereka yang senantiasa menganiaya dengan
bertopeng agama, sebenamya mereka sendiri tidak beragama, AI-Qur'an

20

Wjif.
"»,'•!'•

n.trýPocffýykakan satu bukti yang tidak dapat ditolak, ialah, bahwa orang-
~~~ _Lt~«~ itit mpnlrkalan
~~,a~ niipmakal nama Tuhan pula. Sedang kezaliman semacarn ini 1e-
bih mc~8kiti orang-orang mukmin daripada segala pcnderitaan jasma-
'• *tf»t. «nA7t herfinnan rialarn al-Oiir'an'

i orang

Ifah swt. berfirman dalam al-Qur'an:

.r »»

~?6~~L •( ~,•(urCrCCCC ~•'~*.•'f<'~
") w01,4Lý \ rhr؟a E"• ~w   i ~~

LII t s '* *\ • ~' •~ t. J •». t "» •
* C8r ýSj-؟s <~~~ «ul~ l L1~
~ ~ ~~ ' •« '
"Dan ni/innkah vane lehih aniav/i flarinada nrane vans moM»-

halangi nama Allah disebut di mesjid-mesjid-Nya dan berusaha me-
• wsaknya ? ' ' (A l-Baqarah • 115).
Rmgkasnya AI-Qur'an secara halus membantah tuduhan terhadap
ma whairai nelaltii 1{p7.a1irnan. Kpnflatiniin rnf'rnh«'narl{•an hallvva <\\

Enîa ini telah terjadi kezaliman-kezaliman amat keji atas nama agama
~ilun Dia sama sekali meiribersihkan pengikut-pengikut sejati dan
in~tفiir-tindak keaniayaan.
~lii î > ,- - • '
~pmýýl o•tmhar~n Iptphýýl inl arlnlili l~îCQln npril 1Gýý nrlnrr p~~ýýý

i VCIII~Q yaýýýuaýaýý ~l>9~Lfuur 1111 clUMICUl Rý3aýý Ll~lUfcUU VLILIIL CLUkU
•':i~Ji~Sngan manusia terhadap nabi-nabi masa lampau ketika manusia
دB»asih diliputi alam kegelapan dan cahaya ـahi pun belum menampak
sqpenuhnya. Tetapi pada waktu cahaya kebenaran itu telah lahir dengan
seçal•~yma ketika matahari-kebenaran muncul dan ùfuk jazirah Arab,
iy~. orang-orang zalim yang buta agama pun temyata masih tidak
ininglibah haluan perilaku mereka.
d . J .Yatkala penghulu agung dunia yang didambakan seluruh anak-cucu
~dam sejak beribu-ribu tahun dan nabi-nabi yang beq'umiah 124.000
telah merintis jalan bagi kehadiran beliau serta demi beliaulah dunia
âan alam raya ini diciptakan Tuba», pembawa syariat yang lebih se-
oiarakdari semua syariat lainnya. la adalah mahkota manusia dan segala
~hlukciptaan Allah, pengejawantah (manifestai) jalal dan jamal fla-
hفف yang paling maksum (bersih dan segala noda) dan antara semua
nabi. Tetapi ketika beliau lahir kc dunia maka beliau dijadikan sasaran
fitnah dan penganiayaan. Bahkan kezaliman dan keaniayaan yang di-
~ii~akan kepada beliau tidak ada taranya dalam sejarah dunia.
~- t_ l», ,11 1*1 _• ___~ l.*1 1, lll

.?emua ûenta yang teian uiaiami para naoi oan pengiKutnya danulu
ljan situasi dan zaman yang berbeda, keseluruhannya telah tertimpa
دa dan dialami oleh seorang nabi (Nabi Muhammad isaw.) dan umat


serta para pengikutnya. Mereka diikat, dalam keadaan tak berbusana,
lalu ditarik di ataspasir yang panas membara di bawah sinar matahari
tei-ik. Ada pula yang di pinggangnya diikatkan batu. Mereka diseret-
seret, dalam keadaan diikat dengan tali, keliling lorong-lorong kota
Mekkah seperti hewan-hewan yang tak bemyawa. Bertahun-tahun me-
reka diboikot serta diputuskan hubungan mereka dengan keluarga dan
masyarakat lainnya. Mereka dibiarkan lapar dan haus berhari-hari da-
lam penderitaan lahir dan batin. Kadang-kadang mereka disekap di da-
lam kamar gelap seperti tahanan dalam penjara. Ada yang dirampas
hak dan semua hartanya. Ada yang diusir lalu dipisahkan dan istri
atau suaminya. Wanita-wanita hamil dinaikkan di atas punggung unta la-
lu unta dibuat berlari sehingga wanita itu jatuh lalu ditertawakan oleh
mereka. Dengan cédera itu ia meninggal dunia. Ketika dalam keadaan
sujud tengah sembahyang dilempari isi-perut unta. Mereka diarak de-
ngan suara gemuruh caci-maki di pasar dan di lorong-lorong. Dipandang
hina dan rendah lalu dilempari batu di mana saja mereka lewat hingga
darah suci mengalir di lorong-lorong kota Thaif. Ada yang diberi makan
racun. Dikobarkan api peperangan lalu bagaikan hewan-korban leher
mereka dipancung dengan ayunan pedang. Mereka dihujani dengan
batu dan anak panah. Tanah gunung Uhud menjadi saksi mengenai
penganiayaan yang dilakukan oleh orang-orang kejam dan bengis se-
hingga gigi wujud yang paling suci di alam raya ini tanggal.
Pendeknya, penumpahan darah yang tak ada taranya itu tidak lain
dilakukan, dengan dalih agama, hanya karena mereka berkata, "Rab-
bunallahu" bahwa''Tuhan kami tiada lain selain Allah." Dan dengan da-
lih agama ini penumpahan darah dilakukan oleh musyrikin Mekkah
tiada lain hanya karena orang-orang mukmin itu dianggap mereka mur-
tad.
Dalam sejarah dapat kita ketahui bahwa kaum musyrik Mekkah
menamakan NabiMuhammad saw. serta parapengikutbeliau "Sabi."
Sabi dikatakan kepada orang-orang yang meninggalkan agama kebia-
saan nenek-moyang lalu memeluk agama baru. Oleh karenanya untuk
menumpas Fitnah murtad (naudzu billah min zaiik) itu mereka menern-
puh segala usaha yang telah dipergunakan oleh penentang-penentang
agama nabi-nabi terdahulu. Suatu masa yang panjang penderitaan ini'
berjalan terus dilakukan oleh orang-orang yang menentang agama terha-
dap para pernikul panji agama bahkan terhadap kaum yang telah
menjadi bulan dan matahari di langit agamawi dan telah mencapai pun-
22

sb çvôlusi semua agama sehingga meraih martabat-martabat setinggi-
tinnainyم dan lebih dari itu tidak ada lagi martabat lain. Agama itu
tdab melahirkan satu kaum yang serupa itu belum pemah diciptakan
oleh agama sebelumnya dan tidak mungkin ada kaum yang melebihi
„jeiek& sesudahnya di dunia ini. Tetapi suatu keistimewaan yang ma-
tiafioggi ialah akhiak serta kesabaran yang dianugerahkan oleh Allah
swt. خscpada nabi itu. Oleh karena dalam menghadapi taufan tantangan
vang begitu gencar beliau telah membuktikan daya tahan luarbiasa
serta kesabaran dan keluwesan yang mengagumkan. Dengan ketahan-
afi derita dan pengorbanan dan kucuran darah beliau membuktikan
bahwa setiap penganiayaan serta kerusuhan itu timbul bukan dari pi-
hak orang dan golongan yang beriman melainkan dari pihak yang
inenentang.
" Tidak hanya sampai di situ bahkan sesudah memperagakari sifat
l~ar yang tiada tara bandingnya dinampakkannya pula kecintaan dan
~fat kasih-sayang,kèmurahanhati danpemberianmaafdemikiansempur
fliaftya sehingga akal manusia kagum menyaksikannya dan bertanya-
tauya kepada dirinya siapa orangnya dan bagaimana mencapai kedu-
dukan-kedudukan begitu tinggi itu. Hal ini terbukti ketika pertolongan
Allah yang dijanjikan telah tiba dan kaum kafir Mekkah telah bertekuk-
lutut kepada beliau, ketika di bawah, kemiiau pedang-pedang terhunus
~luh ribu wujud suci badan orang-orang Arab yang haus' darah itu
~èlgèmetaran oleh karena takut atas kemungkinan tindakan balas
dendam, maka tiap-tiap batu' ubin tanah Mekkah menjadi saksi atas
kcJàdian a)'aib bahwa ketika teq'adi hari kernenangan yang dikenal de-
ـ~ûd "Fatah Mekkah" (kernenangan Mekkah), Rasulullah igaw.'i mengu-
ilétôdangkan "amnesti" besar dengan perkataan,
.î (- "~~, Lr ~ '}"•• ~
~L ;FLj3tttt ~~ y
"Bahwa pada hari ini segala kesalahanmu dan segala dosarnu telah di-
inaafkan sama sekali." Segala dosa orang yang paling banyak berbuat
kesalahan pun telah dimaafkan. Mereka yang telah menganiaya de-
ngan menyeret-nyeret orang yang tidak berdaya di atas pasir di bawah
tenk matahari pun dimaafkan. Mereka yang telah menghujani batu
kepada wujud suci dan para pengikutnya pun diberi ampun. Pembunuh,
ponbuat onar, pengkhianat, dan penyamun pun dimaafkan. Orang ber-
~ttah dingin yang telah mengoyak dada dan mengeluarkan jantung
:~'~g yang tidak berdosa pun telah dimaafkan.


23

~-•cjr 1. ~ ~-f ~ J-~uu i
- ~ 1~ ~~~~ i 35 f~~bbbbbb « / > ~
Walhasil, saya berkata, sekiranya segala peristiwa dalam sejarah
selumh agama mulai dan Adam a.s. sampai kepada masa kebangkitan
RasuluUah saw.dihapuskan.kemudian dan wafat beliau saw. hingga hari
ini pun ditiadakan maka sejarah kehidupan Junjungan kita, Muhainmad
saw.. 23 tahun yang relatif singkat itu cukup membuktikan hakikat
bahwa agama sama sekali tidak mengajarkan penganiayaan, penindasan,
kekerasan hati, dan kebencian. Bahkan sebaliknya, agama mengajarkan
kasih-sayang, kesabaran, dan kernurahan hati.
Tidak sampai di situ saja bahkan wujud pengemban''Rahmatun
lil Alamin" mengambi) satu langkah lagi ke depan untuk mencegah ke-
zaliman dan setelah menerima wahyu flahi beliau mengumumkan untuk
selama-lamanya "Laa ikraaha fiddin" bahwa tidak dibenarkan paksaan
dalam masalah agama dan memang paksaan itu tidak perlu sebab :
~~ P •/r,/
~f
"Hak telah menjadi nyata kentara dengan wajah nuraninya
dan hak tidak mungkin bercampur dengan kekejian" (Al-Baqa-
rah:257).
Pada satu pihak kezaliman yang dengan segala macam tindakan
kekerasan berusaha memusnahkan dari burni segolongan orang lemah
dan tak berdaya dengan menuduh mereka sebagai murtad serta mernak-
sa mereka untuk kernbali kepada agama mereka yang semula. Sedang
di pihak lain kendati mereka yang beriman kepada agama baru itu telah
memperoleh kekuatan namun kepada mereka diajarkan :

~ 'C

~ 

~oqll .‍cC, ~SJýý j'a Oi~

~piL ~;;; ,o ~JLL 'A~~ ~~

P~oA>ci I~ ~~

"Tidak diperkenankan suatu paksaan dalam agama. Sesung-
guhnya telah nyata bedanya kebenaran dari kesesatan; dan keta-

24

~~uflah, barangsiapa dengan kehendak sendiri menyanggah ajak-
an syaitan dan beriman kepada Allah maka sesungguhnya ia te-
lah berpegang pada suatu pegangan yang sangat kuaf dan tak ada
' ' putusnya "(Al-Baqarah: 257).
ةobalah perhatikan betapa hebatnya proklamasi ini dan betapa pula
aman dan damainya.
Walhasil, wahai para pelaku aniaya dengan dalih agama! Kamu ti-
dak mengerti serta mengenal hakikat agama. Dengan kata lain agama
sebenamya adalah suatu perobahan dalam hati. Agama bukanlah suatu
oiganisasi politik. Agama datang untuk mengadakan perobahan rohani
y~g teq'adi di dalam lubuk hati sanubari dan erat hubungannya dengan
ruh manusia. Tidak ada suatu pedang, tidak ada suatu kekuatan, tidak
ada. suatu kekerasan dan paksaan yang bagaimana pun hebatnya dapat
mengubah hati manusia sebagaimana tidak mungkinnya seekor semut
dapat mcmindahkan gunung-gunung tinggi. Di tempat yang lain Allah
swt. mengernukakan:
~T~ '~''*»V\~"~ *"~ .-»-~»•<» »~î.'•' ~-"
~
Dan katakanlah ini adalah kebenaran kepadarnu dari Tahan-
mu; maka barangsiapa menghendaki maka berimanlah dan barang-
' siapa menghendaki maka ingkarlah " (A l-Kahfi: 30).
Yang dikatakan hak ialah sesuatu yang menundukkan kaibu dengan ke-
benaran dan diterima ruh manusia lagi tiada kaitannya dengan paksaan
serta kekerasan jasmani. Oleh karena itu umumkanlah bahwa kebenaran
tdah datang dari Tuhan-mu :
::. ~Li Z?c,,

"Diserahkan sepenuhnya kepadarnu iintuk memilih. Jlka
kamu mau bolehlah beriman dan jika mau ingkar pan terserah"
Lcbih jauh Allah swt. berfirman lagi (Surah Adh - Dhariyat: 30),

«,-f l

~-ýJJ sO~JJ~ • ~4~ ~ C)t•

25


"Ini adalah nasihat.Olehkarena itu siapayangmenyadarinasihclt
itu boleh memilihjalanmenuju Tahan-nya".
Betapa indah dan mesranya ajaran ini! Aneh bin ajaib bahwa ken-
dati adanya ajaran yang indah itu, bagaimanakah manusia dapat meng-
khayalkan bahwa agama itu menganjurkan perlakuan zalim dankejam?
Pada tempat lain Allah s.w.t. menegaskan lagi :
~ ý S
"Hai Mahammad! Katakanlah kepada mereka : Saya ini
tiada lain hanya beribadat dengan penuh ikhlas kepada Tuhan"
(Az Zurnar: 15).
Artinya, segala sesuatu yang ada padaku telah menjadi kepunyaan Dia.
Serta aku beribadah kepada Tuhan dengan mengikhiaskan agama bagi-
Nya. ., 'i•'*"».î•f'~ • ý/ >~_)»~
' f~»J 3 0~ JCJ \د U~S- U
"Maka terserahlah kepada karnu, kamu boleh saja beribadah
kepada apa yang kamu mau selain dari Dia. Adapun diriku, maka
saya telah menemuijalanku" (Az-Zumar: 16).
Betapa ajaibnya jalan yang aman dan damai ini. Dengan berpijak
kepada agama ini, tiada keperluan untuk melakukan kezaliman atas
nama agama. Bukankah datang terang, gelap pasti hilang? Lagi firman-

Nya:

! ~l~~.-> ,~<
Jr~ ~~jpl ~sJJ

"Bagi kama agama kama sendiri, dan bagiku agamaku
(Al-Kafîrun : 7).
Memang demikianlah kenyataannya bahwa semua pendiri agama se-
nantiasa berpegang kepada satu macam pendakwaan dan pendakwaan
itu mereka selalu membuktikan dengan amal perbuatan mereka. Orang-
orang Atheis (yang tidak beragama) pun sebaliknya senantiasa mengu-
inaiidangkaJi satu seruan supaya tutuplah pintu fitnah murtad ini de-
ngan kekerasan dan paksaan. Dan dalam pelaksanaannya mereka selalu
mengikuti cara yang itu-itu juga, yaitu, mereka berusaha menekan aga-
ma dengan menganiaya, memakal kekerasan, dan membuat kerusuhan.
Lebih menjelaskan masalah itu Allah swt. dalam surat Yunus me-

26

ngâtakân kepada Rasulullah saw.,
\*' '~~ Oi i ~ "•' ~ î i~~»~
ý'•-ul-.~Il <><-»• r- , , . I
~• 1 - '/ ~~~
Bahwa, scandainya Tuhan-mu menghendaki, apa perlu Tuhan memaksa
serta menekan, sebab Dialah Raja Mahakuasa Dialah Khalik (Mahapen-
cipta); Dia mempunyai hak mutlak untuk berbuat apa yang dikehenda-
ki-Nya! Kaiau ia mau, ,1
~ipI/
niscaya semua orang yang berada di persada bumi ini akan beriman
bersama-sama pada satu hari.
Nah, bagaimanamungkin Tuhan yang kudrat dan kekuasaan-Nya
begitu lengkap akan berusaha membuat seorang menjadi mukmin de-
ngan perantaraan pedang.
Sekiranya takdir-Nya menetapkan bahwa mau tak mau semuanya
harus beriman, tidak perduli apakah lurus hatinya atau bengkok, po-
koknya terimalah Islam. Maka sebenamya hanya satu iradah dan satu.
perintah-Nya sudah cukup. Maka dalam sesaat saja seluruh umat ma-
nusia akan tunduk-taat. Tetapi dalam kitab suci yang asii-murni tidak
ditakdirkan demikian. Hikmah-hikmah halus yang berperan dalam ke-
jadian Adam menuntut hal-hal lain. Apakah tuntutan-tuntutannya?
Tak lain ialah bahwa tiap orang itu mengambil keputusan, apakah dia
mau beriman atau tidak, dan tiada yang berhak memaksa orang lain.
Makanya ajaran yang diberikan kepada Rasullullah saw. adalah demi-
kian.
" د . 't f "*' ~/~ ". ~ " i -6. f '/ * " *•(< ~
~xj ;; i~~-f rrJ LI K~Jخ oîli \
"Apakah engkau akan memaksa orang untuk beriman?" (Yunus:
100).
D~, usl •rtي ~
"Pada hal hakikatyang sebenamya ialah tiada yang dapat
beriman melainkan dengan izin flahi" (Yunus : 101).
Bahwa, orang-orang yang beriman hanyalah merekayangmenge-
B~nya dan telah diputuskan Allah bahwa mereka tidak layak untuk
dicopoti dari nikmat keimanan. Akan tetapi sayang seribu sayang bah-
27
wa walau seratus duajpuluh empat ribu (124.000) nabi-nabi, temiasuk
PembawaAgama.,Agurgsenantiasa menganjurkan kebebasan dalam ber-
agama serta membuktikan dengan amal perbuatan dan perikehidupan
mereka bahwa para penganut agama-agama yang benar menjalani ke-
hidupan penuh penderitaan karena dianiaya dan bukan sebagai pengani-
aya dan bahwa agama menundukkan hati dengan akhiak yang luhur,
bukan dengan pedang, namun kernudian lahir orang-orang yang menga-
ku diri mereka ulama dan kiyai-kiyai besar dengan jubah-jubah besar
yang disebut ulama agama atau rohaniwan atau rahib, pastor atau
"manteri" dan adakalanya "mhant."
Ringkasnya, orang-orang yang mengaku dirinya sebagai berWenang
dalam agama padahal mereka sebenarnya asing darijiwa agama; dengan
memakal nama para nabi mereka — yang teraniaya dengan bertopeng
menjaga kemuliaan nama nabi itu — telah melakukan kezaliman-keza-
liman sedemikian rupa sehingga kemanusiaan menundukkan kepalanya
karena merasa malu menyaksikan perbuatannya.
Sebelum Rasulullah ;saw. diutus pun demikianlah keadaannya.
Sesudah beliau diutus pun dan hingga sekarang demikianlah hainya.
Beberapa abad menjelang masa sekarang, pengikut-pengikut Kristen
atau katakanlah pernikul-pemikul panji agama Kristen yang sudah ru-
sak, juga pendeta-pendeta besar, para uskup besar dan kardinal-kardinal
besar telah melakukan penganiayaan atas nama agama serta tidak ada
tara bandingnya dalam sejarah dunia. Dan cara-cara yang diciptakan
oleh pendekar-pendekar dunia Kristen untuk menyiksa manusia di masa
itu adalah begitu mengerikan sehingga bilamana manusia melihat serta
merenungkannya ia terperangah keheranan bercampur kecemasan dan
bertanya apakah ada lagi lembah kehinaan bagi manusia yang lebih
dalam dari itu? Apakah dalam kekerasaft hati bisa melampaui kekerasan
batu permata? Tetapi, memang demikian hainya dan sejarahwan Kristen
sendiri mengakuinya bahwa penganiayaan serta penindasan yang di-
timpakan terhadap segolongan manusia atas nama Kristen adalah de-
mikian kejamnya sehingga manusia merasa malu mengkhayalkannya
pula.
Di Inggeris pernah saya mendapat kesempatan melihat dengan
mata kepala sendiri beberapa alat kekejaman itu. Saya menyaksikan
suatu pameran di London yang dinamakan "Madame Toussaud,"
yakni, pameran yang memamerkan barang-barang yang dibuat oleh Ma-
dame Toussaud. Di sana seorang wanita Perancis, Madame Toussaud,
28


telah.menempatkan patung-patung orang baik-baik, juga orang-orang
penjahat, yang terkenal di dunia. Patung-patung itu dibuat dengan be-
gitu trampil sehingga keadaan dan bentuknya persis utuh seperti manu-
sia.Sering orang tertipu sspintas sebab nampaknya persis sebagai manu-
siadan bukan patung. Temyata, adakalanya orang yang belum kenal,
Iletikai elihat patung seorang polisi yang sedang berdiri lalu dihampiri-
nya 4w bertanya kepadanya mengenai arah jalan padahal sebenarnya
b~canýpoli hidup tetapi hanyalah patung belaka.
.niDi situ terdapat patung-patung mereka yang berjasa besar atau
QT~ing-orang temama dan terdapat pula patung-patung orang zalim, be-
ngis, dan para penjahat ulung. Bukan itu saja bahkan disimpan pula di
sanaalat-alat kezaliman yang seasiinya dipakal oleh orang-orang zalim
dalam menjalankan tindak kezaliman mereka. Dan di sana terdapat
pulamesin-mesin yang dengan perantaraannya para pernikul panji aga-
nia Kristen menghukum segolongan manusia yang dituduh mereka mur-
tad tau adakalanya mereka disiksa dan dianiaya supayamengaku bah-
wa mereka itu murtad.
i. Siksaan-siksaan yang ditimpakan mereka itu begitu mengerikan
sçhingga, tanpa kecuali, mereka menghembuskan nafas terakhir oleh
péladeritaan yang melebibi daya tahan manusia, atau, mereka mengang-
g»pmasih beruntung dengan mengakui saja sebagai murtad.
Mereka menganggap lebih baik dilemparkan dalam api hidup-
lîiçl;up daripada menyerahkan nyawa dalam tangan orang-orang Spa-
•~~yol dan Perancis dalam melaksanakan proses inkuisisi yang tiada ber-
,p$rikemanusiaan. Sebagian dari mesin-mesin yang masih tersimpan di
i~jusium London itu ada yang diselubungi dan diatasnyatertulis per-
::~atan agar wanita dan anak-anak jangan melihatnya. Yakni, dengan
~at perbuatan sadis yang demikian hebatnya, menurut para pe-
;~aigurus, dampaknya kepada wanita dan anak-anak, sebagai jenis yang
~nlah, akan sangat mendalam dan merusak mereka.
Saya telah menyaksikan sendiri mesin-mesin itu serta berpikir be-
~îapa luar biasanya dan ajaibnya kejadian manusia itu. Manusia dapat
(~encapai titik terakhir dalam kernajuan maupun kemunduran. Pada
l:giýrtu pihak bila mengejar cita-cita rohaninya ia terbang tinggi ke angkasa

~niti jenjang kenabian lalu bercakap-cakap dengan Tuhan, Khalik dan
~ikan-nya. Dan di lain pihak apabila jatuh maka ia mengambil rupa
خllaoia-beq'ubah yang korup dan menjadi bagaikan Iaknat bagi manusia

atas dunia ini. Pada satu pihak saya dapat membayangkan wujud tei-

29

aniaya Isa AI-Masih ketika disalib dan dalam menderita siksaan menge-
rikan itu beliau menjeritkan doa yang mengharukan, "Eli-Eli lama sabak
tani!" Beliau menerima segala siksaan salib hanya karena beliau telah
dituduh oleh ulania-ulama Yahudi murtad dan agama mereka. Sedang
di lain pihak saya mcmbayangkan betapa gembala-gembala Kristen yang
mengaku penunjuk jalan atas nama vyujud yang teraniaya (AI-Masih)
itu telah memperlakukan manusia-manusia tak berdaya demikian sadis
sehingga siksaan salib nanipaknya tidak berarti dibandingkan dengan
penganiayaan-penganiayaan mereka itu. Saya berpikir, apakah sesudah
dikumandangkannya pelajaran Islam "Laa ikraha fiddin" — "tidak ada
paksaan dalam agama," berarti suatu kabar gembirabagi umat manusia
bahwa keamanan dan perdamaian telah ditegakkan di dunia untuk se-
lama-lamanya? Tindak kekerasan dan paksaan dalam agama adalah ha-
ram dan telah dikikis habis dengan seruan Allah "Laa ikraha fiddin" —
lidak ada kekerasan dan paksaan dalam masalah agama. "Qad tabayya-
nar rusydu" cahaya kebenaran Islam telah terbit bagaikan sinar mataha-
ri di siang hari bolong.
Saya berpikir dengan adanya pengumuman damai yang jelas lagi
gamblang itu pun masih adakah di antara umat Islam yang berpendirian
bahwa agama Islam menghalalkan kekerasan atas nama agama? Lalu
pandangan saya tertuju kepada para ulama masa kini dan kepala tertun-
duk dengaii perasaan malu dan sedih lagi kesal mengapa pada zaman ki-
ta ini pun masih ada juga sisa-sisa pernimpin agama yang menisbahkan
diri kepada wujud "Rahmatan lil alamiin" padahal wujud suci yang
sepanjang hayatnya mengajarkan kepada umînat manusia damai, rujuk,
kasih sayang, tenggang menenggang, rasa-kasih, dan menjalani hidup
yang keras di bawah himpitan tindakan aniaya; namun hati pernimpin-
pernimpin agama itu penuh dengan kezaliman .serta dada mereka berge-
jolak dengan lautan kernurkaan dan kebengisan dan menganggap tin-
dakan-tindakan kekerasan dan kekejian itu sebagai sah dan termasuk
dalam itikad-itikad mereka.
Dengan perantaraan air samawi yang pada hakikatnya diturunkan
untuk memadamkan gejolak api kebencian dan kernarahan dalam hati
sanubari, mereka menjadikan air samawi itu minyak untuk menyala-
kan atau mengobarkan fitnah, benci serta kernarahan pada hati orang-
orang awam yang tidak 'berilmu. Dengan membawa nama Raja Perda-
maian yang telah mengorbankan jiwa raganya untuk mengikis habis
penumpahan darah di atas permukaan tanahjaziratul Arab, mereka me-
30

neobarkan fatwa pembunuhan terhadap orang yang tiada berdosa. De-
ngan membangkitkan kecintaan terhadap wujud Al Amin (terpercaya,
julukan kepada Rasulullah saw. di masa sebelum nubuwat, peny.) yang
i.mnahnya digasak oleh para penyamun, mereka mengajar dunia melaku-
kan penyamunan.
VVujud yang juga menjaga kehormatan istri-istri musuh dan penja-
hat'îtu, wujud yang paling suci dan paling berwatak malu dan antara
o~g-ol'ang berperangai pernalu, wujud yang telah datang untuk memus-
iiithkan perangai tidak bermalu itu hari ini, atas nama kehormatan wu-
jùd yang menjadi manifestasi kesucian, wanita-wanita yang bertahun-
tàhun menikmati kehidupan istri telah dinyatakan haram bagi suami
idercka dan halal bagi orang yang bukan-suami yang sah. Penghulu se-
mua ahli-ibadah yang menjaga pula kehormatan tempat ibadah agama-
agama batil, hari ini pernimpin-pemimpin agama itu memberi fatwa
menghalalkan pemusnahan mesjid-mesjid segolongan orang ahli-ibadah
yang membaca kalimah Nabi itu pula. Segala bentuk keaniayaan
yang pemah dilancarkan guna meniadakan wujud penghulu segala nabi
itu sendiri dilancarkan lagi atas nama nabi teraniaya itu terhadap go-
lurigan tersebut. Adakah pula seorang Musiim yang dapat mengkha-
yalkan bahwa seandainya kini Junjungan kita (selawat dan salam yang
tàk terhingga kepada wujud yang mulia itu) ada ditengah-tengah kita,
béliau akan merasa gembira menyaksikan umat beliau yang begitu kea-
dàannya? Tidak! Sekali-kali tidak! Jangan mempunyai prasangka demi-
kian. Sebab yang demikian merupakan penghinaan terhadap wujud
yang menjadi cermin kebagusan, kebijaksanaan, keindahan.
Adakah pula seorang Musiim yang dapat menyangka bahwa wujud
tttulia itu mengajarkan ulama-ulama umatnya untuk menghina to-
ferih-tokoh lainnya di atas mimbar-mimbar dan menyuruh mereka
Hiemaki-maki dan membuat tuduhan-tuduhan keji serta dengan me-
nyebut-nyebut nama-nama wanita terhormat yang memakal hijab
dan menjaga kehormatannya, meribuat pernbualan begitu kotor lagi
keji sehingga seorang yang tak beragama pun merasa malu mendengar-
nya.
Adakah pula seorang Islam yang dapat membayangkan dalam pi-
kirannya bahwa pangeran keselamatan itu akan mengajarkan ulama-ula-
....•Ilianya untuk memberi ceramah-ceramah yang menggelorakan semangat
~uru-hara sehingga berakibaf rusaknya keamanan daerah-daerah serta
~emberi perintah untuk mengobar-ngobarkan api permusuhan sehingga


rcl
rumah-rumah orang-orang lemah dan tak berdaya dan harta kekayaan
mereka dibakarmusnahkan berikut penghuninya. Dan akan menyuruh,
"Jangan berhenti sampai di sini saja, hancurkanlah mesjid-mesjid orang-
orang murtad yang sebagian keislamannya berbeda dengan keislaman
kami. Bunuhlah Iaki-laki mereka dan wanita-wanita. mereka sebab inilah
satu-satunyajalan rohani untuk memusnahkan kernurtadan."
Karena Allah, tanyalah hati sanubari Anda danjawablah,adakah
pula seorang Musiim yang dapat membayangkan demikian? Tidak, dan
pasti tidak! Sayabersumpah atas nama Tuhan yang nyawa saya ada
dalam genggaman-Nya serta tiap batu bâta di kota Mekkah menjadi sak-
si, yaitu, batu bâta yang di atasnya para budak teraniaya, yang dituduh
sebagai murtad, ditarik-tarik Iaksana bangkai-bangkai binatang yang
mati.
Demikian pula butir-butir pasir yang membara itu menjadi saksi
dan demikian pula menjadi saksi batu-batu panas yang biasa diletakkan
atas dada mereka yang tak berdaya itu bahwa cara-cara macam ini bu-
kanlah cara-cara yang diambil oleh Junjungan semua anak-cucu Adam,
dan akhiak ini bukanlah akhiak Rasul yang kudus itu.
Dan saya bersumpah atas nama Tuhan yang tangan-Nya menggeng-
gam nyawa saya serta tiap batu keras di tanah Thaif yang pernah men-
jadi tempat tumpahnya darah Penghulu semua anak-cucu Adam itu
merupakan saksi bahwa majikanku tidak pernah mengajarkan paksaan
atas nama agama, tidak pernah menyuruh merampas kesucian wanita
atas nama kesucian, dan tidak pernah mengobar-ngobarkan semangat
orang untuk memusnahkan rumah-rumah 'ibadah atas nama ibadah.
. Jika demikian, maka salahkah bilamata saya menjadi tertunduk
karena rasa malu dan hati saya menjadi sarat oleh rasa nyeri bahwa pada
hari ini pun terdapat pernimpin-pemimpin dan pemuka-pcmuka yang
tak kenal rasa kasih-sayang dan menisbahkan diri mereka kepada wujud
suci itu?

DUA PANDANGAN MENGENAI PENYEBARAN ISLAM
Mengenai cara Rasulullah saw. menyiarkaii Islam terdapat dua
pandangan di dunia.
1. Menurut para lawan Islam, peperangan Rasulullah saw. itu agresif
dan Islam telah tersebar berkat dukungan pedang — tetapi,
2. Penyclidikan yang tidak-berat-sebelah (obycktip) menyatakan bah-
wa Rasulullah saw. tidak pernah mengangkat senjata untuk
menyiarkan Islam dan bahkan semua peperangan beliau itu sema-
ta-mata bersifat membela diri. Tersebamya Islam semata-mata ka-
rena kekuatan rohani dan akhiak beliau.

32


33
PANDANGAN-PANDANGANMAULANAMAUDUDIDAN
BEBERAPA ORANG YANG BUKAN-ISLAM MENGENAI
PENYIARAN ISLAM
Merupakan puncak keaniayaan bahwa sebagian para "pernimpin"
Islam tidak membatasi faham "kekerasan dalam agama" kepada diri
mereka bahkan berusaha pula melibatkan Junjungan kita (saw.) serta
menganggap agama beliau dan kekuatan-mensucikan beliau begitu 1e-
mah, sama seperti dalil-dalil mereka sendiri yang haiiipa dan kernam-
puan — kernampuan mereka yang telah menjadi lemah bagai dimusnah-
Lên oleh rayap sehingga seolah-olah, jika beliau tidak menguasai pe-
dang, beliau sekali-kali tidak akan mungkin mendatangkan perobahan
îK~iani agung yang telah dinampakkan oleh wujud agung sumber kero-
l~['uan yang terbit di Tanah Arab itu dalam jangka waktu beberapa ta-
hjqlsaja. Menurut penilaian mereka peperangan-peperangan bersifat
fliliibela diri yang dilakukan Nabi yang mazium (teraniaya) itu hanya
~'f~';"'' l .111 •r •* « «•

ypakan suatu langkah agresif untuk menyiarkan agama beliau serta
(masa) kehidupan beliau di Mekkah itu hanya merupakan bukti

nai ketidak-berdayaan beliau. Amir "Jemaat Islam," ialah, Maula-
idudi, menulis dengan kata-kata yang tegas tanpa bertedeng aling-



~uâ! "Selama tiga bêlas tahun Rasulullah saw. nn«;manggil orang kc-
~gadaaaaaa Islam, selama itu beliau melakukan cara yang scefektifmung-
alilun untuk mengajak dan memberi nasehat, mengernukakan dalil-da-
s:!li III yang kuat, memaparkan hujah-hujah yangjelas, membakar hati
,v.;manusia dengan kefasihan lidah, kelancaran dan bahasa yang in-
~.pdah, menampakkan dan Allah swt. mukjizat-mukJ'iîatyailgmenghc-
~~rankan, menampilkan contoh dan teladan akhiakdan kehidupan
igsuci yang sebaik-baiknya, dan tidak membiarkanjalan apa pun
yang dapat mendatangkan manfaat untuk hak dan kebenaiàn. Na-
i,lffiUn, sekalipun kebenaran beliau menjadi tcrang-bcnderang aksana
nientari. kaum beliau menolak meneripiapanggilan beliau .......
"Tetapi manakala Da'i (penyeru) kepada Islam memegang pe-
dang di tangan beliau sesudah cara nasihat dan anjuran mengalami
kegagalan maka sedikit demi sedikit karat kcjahatan dan kcbcjatan
; yang meieKat pada hati manusia mulai meniadi buvar dan unsur-

-~ ;' /—~Q ý•ýrr~Rar ~uuu AIIAbJ IJIbb*«**w*u, *«*w**kk& *J&«rJ~HLII UUrCIA UCU* UIWUI
~33- unsur jahat sudah keluar dari tabiat-tabiat, kekotoran ruh-ruh te-

i huang lenyap dan bukan saja selubung yang menutup mata te-


35
lah terbuka dan nur kebenaran telah menjadi terang-benderang
bahkan kekencangan leher dan kesombongan pada kepala yang
menjadi sebab tidak tunduknya manusia kepada kebenaran akhir-
nya telah menghilang. ...................................
"Sebabnya negeri-negeri lain mengikuti pulajejak negeri.Arab
menerima Islam dengan begitu cepat sehingga dalam jangka waktu
hanya satu abad seperempat dunia telah memeluk agama Islam
adalah tak lain pedang Islam telah berhasil menguak tirai tutupan
yang telah menyelubungi hati manusia" (A l—Jihad Fil Islam, him.
137-138).
Innalillahi wa inna ilaihi mji'un. Tuduhan keji yang lagi bengis
yang biasa dilemparkan kepada wujud suci Rasulullah saw. oleh mu-
suh-musuh Islam fanatik yang terus-menerus dikobar-kobarkan oleh pa-
ra orientalis Eropa sampai akhir abad yang lampau itu, dan dengan itu
mereka menerbitkan rasa benci terhadap Islam dalam hati manusia,
hari ini seorang "Penunjuk jalan dari umat Islam" sendiri tidak segan-
segan melontarkan tuduhan itu terhadap wujud suci Rasulullah saw.
apalagr penunjuk jalan itu mendakwakan dirinyasebagai "pengenalwa-
tak Rasulullah àaw."
Sekalipun telah diusahakannya dengan bahasa yang indah bagaikan
pil manis bahwa apa yang dianggapnya kernenangan pedang akan nam-
pak sebagai indah namun kupasan itu tetap merupakan pil pahit, kotor,
dan beracun seperti yang pernah dilemparkan ke arah Rasulullah saw.
Tuduhan itu merupakan batu yang sebelumnya telah dilemparkan oleh
George SaW, Smith, dan Dowzy kepada Rasulullah saw. Tuduhan itu
merupakan tuduhan yang pernah dilancarkan kepada Rasulullah saw.
oleh Tuan Gandhi ketika dia belum mengenal dengan sebenar-benamya
ajaran Islam, dan telah mendapat kesan yang keliru hanya karena se-
mata-mata terpengaruh oleh tuturan para musuh Islam. Ternyata, Tuan
Gandhi mengatakan:
"Islam telah lahir dalam keadaan dan situasi ketika kekuatan-
nya yang menentukan itu tak lain ialah pedang dan hari ini pun tetap
pedang."
Dowzy berkata :
"Jenderal-jenderal Muhammad telah biasa mengajak manusia
(kepada Islam) dengan memegang pedang di satutangan dan Al-
Qur'anditanganlainnya."
Sedangkan Smith mengatakan bahwa jangankan jenderal-jenderal,.
36

"Beliau sendiri mendatangi berbagai bangsa dengan memegang pe-
dang di satu tangan dan AI-Qur'an ditangan yang lain."
Dan George Sale menyatakan pendiriannya,
"Bila beliau berhasil mengumpulkan jumiah banyak pengikut,
beliau mendawakan bahwa beliau telah diberi izin oleh Allah swt.
untuk menyeraJig mereka dan menegakkan agama yang benar de-
ngan j'alan memusnahkan penyembahan berhala dengan pedang."
ai Dengarlah suara musuh-musuh Islam ini lalu telaahlah kalimat
fi'Maalana Maududi tersebut di atas. Apa mi bukankan tuduhan yang per-
. 'sissama dengan tuduhan sebelumnya yang telah dilancarkan puluhan
Tpengarang-pengarang musuh Islam kepada wujud Rasul yangmaksum
-ý:~tidak bemoda, suci) îtu? Tuduhan dari Maulana Maududi itu lebih ber-
bahaya dan merupakan serangan terhadap Quwwati Qudsiah beliau (ke-
kuatan beliau untuk mensucikan manusia)?
;; Silahkan baca kutipan-kutipan dari musuh Islam, dalam tulisan-
ir: tulisan itu di mana pun saudara-saudara tidak akan menyaksikan pe-
l"«iandangan yang begitu mengerikan mengenai apa yang dianggapnya
Bteicmahan Quwwati Qudsiah Rasulullah saw. dan tidak efektifnyamuk-
aôjizat-mukjizat Hahi seperti apa yang telah digambarkan oleh kata-kata
rf•Maulana Maududi, yakni, seruan beliau kepada Islam selama tiga bêlas
tahun terus-menerus itu tidak berhasil menakiukkan hati manusia na-
-"Blun pedang dan paksaan seolah-olah telah berhasil mencapai tujuan itu.
I:l~a-cara nasihat seefektif-efektifnya itu menjadi hilang-sima di tengah-
tengàh angin kencang di padang pasir, namun ujung-ujung tombak
l~tىengantarkan Islam sampai ke lubuk hati manusia. Dalil-dalil Rasulul-
"hh'iiaw. yang kuat itu seolah-olah tidak dapat menyinari akal manu-
-'àia;'tctapi pukulan palu-godam telah menghantam dan menakiukkan
otak manusia.
.xi.' .Diskusi-diskusi yang jelas tidak dapat mempengaruhi kekuatan
logika mereka, tetapi suara telapak kaki kuda membuat mereka menger-
-{jburabasia-rahasia ajaran Islam. Kefasihan lidah tak memberi buah, dan
SsS~cbatan-kchebatan berceramah pun tidak dapat membakar hati me-
.',rçka supaya Nur Islam menyinari -kaibu mereka, sampai-sampai muk-
,:iJýzat-mukjizat Tuhan yang lurun dari Arasy dan mengherankan akal pur
~~~ i»embawa hasil apa pun. Tetapi, bila "sang pemanggil kepada ls-

~" ýtu memegang pedang di tangannya...


/. يي

37

~~~ISIS"-

Betapa menggelikaii pandangan ini dan betapa kejmya kata-kata
ini yang membuat kita meratap demi membacanyaîinikah kata-kata
yang telah keluar dan pena "seorang penunjuk jalan Islam" yang men-
dakwakan dirinya pecinta Rasld? Bacalah kata-kata yang keluar dari
pena Maulana tersebut dan sesudah itu bandingkanlah pula dengan apa
yang dikatakan dalam buku "Mezanul Haq" oleh Pastor Vander yang
sangat membenci Islam :
"Kini Hadhrat Muhammad saw. telah berusaha sclama tiga bê-
las tahun untuk Bicnyiarkan ajaran agamanya dengan jalan lemah-
lembut .......... Maka mulai saat itu beliau terkenal dengan "Nabi
dengan pedang" dan semenjak itu yang diakui sebagai dalil Islam
yang paling kuat dan paling ampuhialah pedang dan hanya pe-
dang" {Mezanul Haq, Mm. 468).
Diamenulislagi:
"Bila kita mcmpcrhatikan perilakunya Hadhrat Muhammad
(saw.) dan para pcngikutnya,-maka akan nampak seolah-olah kini
mercka tidak perlu mentaati peraturan-peraturan akhiak yang ter-
cantum dalam perjanjian 'Aqabah yang tersohor dan populer itu.
Kini Tuhan menuntut hanya satu dari mereka ialah mereka harus
berperang di jalan Allah dan terus membunuh orang dengan panah
dan pedang" (Mezanul Haq, him. 499).
Selanjutnya pengarang itu dengan nada sangat bangga memban-
dingkan keteraniayaan AI-Masih dengan apa yang disangkanya sikap
paksa Rasulullah saw., ia menulis:
"Anda harus mcmilih salah satu dari dua orang ialah Yesus Kris-
tus Kalimatullah dan Hadhrat Muhammad saw. Anda harus menyc-
nangi orang yang terus berbuat kebajikan ataukah yang telah dise
but Nabi dengan pedang" (Appendiks Mezanul Haq).
Lalu bacalah ucapan-ucapan seorang musuh Islam lainnya, ialah,
Tuan Henry Kaupi yang senada dengan Maulana Maududi:
" ....... Dan pada tahun ketiga bêlas Nabawi beliau mengata»-
kan bahwa Tuhan-ku bukan saja mengizinkan aku mengadakan pe-
rang hanya untuk membela diri bahkan telah memberikan izin
pula untuk mcnyebarkan agamâku dengan pedang" (Sejarah
orang-orang Arab di Spanyol, oleh Henry Kaupi Jilid l hal 39
diterbitkan di Boston. Dikutip dari kitab Muqaddimah Tahqi-
qul Jihad hal 31").

Dan baca pulalah kata-kata Doktor St. A. Sprenger yang menyo-
kring pandangan Maulana Maududi. sebagai berikut :
"Kini Rasul itu (saw.) mènyiarkan hukum perang dengan mu-
suh untuk menumpas fitnah atas namaTuhan dan scmenjak saat itu
cara demikian merupakan semboyan Agama penumpahan darah
itu (kami berlindung kepada Allah dari ucapan itu)" (Dikutip dan
MuqaddimahTahqiqul Jihad dengan acuan Tarikh Muhammadl,
hlm.207tahunl851).
Tidakiah mengherankan kaiau musuh-musuh yang termasuk pern-
benci-pembenci Rasulullah saw. nornor satu yang dadanya mendidih
karena rasa pennusuhan dan kedengkian dan seolah-olah terbakar dalam
api pennusuhan menuduh Rasulullah saw. sebagai seorang tangan besi.
Namun heran bin ajaib sikap orang-orang yang disamping mengakui diri
pengikut-pengikut Nabi yang maksum dan teraniaya itu tega melempar-
kan tuduhan terhadap beliau sebagai orang buas dan liar.
Menurut Maulana Maududi, dahulu pun Islam tidak pernah mam-
pu menakiukkan hati manusia dengan keindahan dan kebagusannya tan-
pà dibantu dengan pedang dan hari ini pun tidalL Beliau menulis dalam
kaianganbelia.u"Haqiqatul Jihad.
"Tiada suatu negara yang dapat sepcnuhnya menycsuaikan se-
gala tindakannya dengan prinsip-prinsip dan konscp-konsepnya se-
lama prinsip-prinsip dan konsep-konsep itu tidak pula dilaksana-
kan di negeri-negeri tetangga. Oleh sebab ýtu, tidak boleh tidak
Fartai Musiim, demi perbaikan umum dan keselamatan diri, jangan
menjadi puas dengan menegakkan tertib Islam di suatu kawasan
yangtertentubahkan sejauh kernampuannya harus berusaha mem-
perluas tertib Islam ke seluruh jurusan. Di satu pihak ia akan me-
nyebarluaskan pandangan-pandangan dan pendapat-pendapatnya
di dunia serta akan menyeru penduduk tiap negeri untuk mene-
rima jalan pikiran itu yang mengandung falah (Keberhasilan),

kesuksesan, kemakmuran sejati, dan di pihak lain jika Fartai
Islam itu mainpu, ia akan memusnahkan kerajaan-kerajaan bukan
musiim dengan jalan perang dan sebagai gantinya akan menegak-
kan negara Islam."

l~ltipan ini bila dibacakan liersama-sama kutipan yang sebelumnya ma-
~•rqcara spontan akan muncul pandangan Gandhi di benak kita seperti
hc~t :

"î •• ~

QO

39
"Islam dilahirkan dalam keadaan dan situasi ketika kckuatan-
nya yang mcncntukan itu tak lain ialah pedang dan hanini pun te-
tap pedang."
Dan pikiran kita beralih kepada gambaran Rasulullah saw. yang di-
ciptakan oleh khayalan manusia dan yang dilekatkan oleh Washington
lrwing padahalaman pertama buku karangan yang bernama "See-
rat Muhammad saw. " dimana Rasulullah saw. diperlihatkan sedang
memegang pedang di satu tangan dan AI-Qur'an di tangan yang lain;
dan secara tiba-tiba timbul pikiran dalam hati bahwa pandangan sang
Maulana mengenai agama Islam dan Rasul sucinya tidak berbeda dengan
pandangan Washington lrwing itu.
Di satu pihak kepada kita menampak "ulama-ulama" musiim yang
tidak segan-segan melancarkan tuduhan-tuduhan kepada Nabi yang pa-
ling suci ini bahwa beliau menyokong kezaliman, bersitangan besi,
pernberontakan, dan dengan demikian mereka bersatu suara dengan mu-
suh-musuh Islam yang keras; di pihak lain kami menyaksikan sejumiah
besar ahli-ahli pikir bukan-musiim yang mencintai keadilan dan kenda-
tipun mempunyai faham-faham yang sangat berlawanan namun terpak-
sa mengakui bahwa agama Muhammad saw. sekali-kali tidak tersebar
karena ditunJ'ang oleh pedang melainkan berhasil menakiukkan hati ma-
nusia oleh keindahan dan kebagusan lahir-batin dan kekuatan akhiak
yang agung.
Makanya, bukan tidak pada tèmpatnya bila sesudah mengemuka-
kan kutipan-kutipan dari Maulana dan para musuh Islam, kami menyak-
sikan pula pandangan pribadi dari beberapa orang bukan Islam yang me-
nyukai keadilan. Orang-orang ini bukan semuanya pernbela dan peng-
agum Islam bahkan sebagian dari antara mereka tidak membiarkan ke-
sempatan sekecil-kecil pun untuk menyerang Islam; namun, setelah me-
nyelidiki secara seksama peperangan-peperangan Rasulullah saw. me-
reka, tidak boleh tidak, terpaksa mengakui :
"Sejumiah lawan Islam yang fanatik, khususnya mereka yang
terbiasa mengadakan propaganda mcnycsatkan dan yang membakar
api-kerusuhan dalam negeri suka berkata bahwa seslidah tiba di
Medinah, dan setelah mempeloleh kekuatan dan kekuasaan, Haefc
rat Muhammad saw. tidak dapat berpegang pada ajaran kasih*
sayang dan toleransi yang dibuat-buat itu bahkan mempergunakan
pedang dengan penuh semangat demi mencapal tUJuan hidupnya
yang terutama (ialah mengejar keduniaan, kekuasaan, kedudukan
À.{\

dan harta kekayaan dan sebagainya). Bahkan, sebagai seorang "U-
tusan penumpah darah" belia~ mengadakan kerusuban, huru-hara,
mendatangkan kehancuran, dan kemusnahan di dunia. Dan, telah
jatuh dan nonna-nonna "kesabaran dan menaban diri" yang di-
buat-buat itu. Tetapi, sikap dari para lawan Islam semacarn iar di-
sebabkan oleh pandangan picik mereka (yang menaruh benci ke-
pada Islam dan orang-orang Islam tanpa alasan) dan sifat menutup
mata terbadap kebenaran serta berwatak berat-sebelah sehingga
oleh sebab itu Nur itu tampak kepada mereka sebagai api, kebagus-
an sebagai keburukan, kebajikan sebagai kejahatan, serta tingkat-
an-tingkatan yang paling tinggi yang dicapai oleh tiap kebaikan
dan tiap ajaran digambarkannya dalam rupa yang begitu busuk se-
hingga dengan demikian telah terbukalah sifat batin mereka yang
busuk dan hati mereka yang hitam dan gelap itu" (Dunia ka Hadi-
e-aazam, dalam pandangan orang bukan musiim, him. 57).
Kutipan ini telah diambil dari suatu ceramah seorang bukan-ls-
lam, ialah, Yth., Pandit Gianindar Dew Syanna Syâstri. Ceramah itu di-
ucapkan pada tahun 1928 di kota Gorakhpur mengenai seerat Rasulul-
lah saw. Dalam ceramah ini Yth. Tuan Pandit itu lebih lanjut menge-
mukakan sari penyelidikan beliau mengenai kekuatan Islafn yang se-
jati dengan kata-kata sebagai berikut:
"Para lawan adalah buta, mereka tidak dapat mclihat bahwa
pedang Muhammad (Rasulullah saw, peny.)itu tak lain ialah kasih
sayang dan iba hati, rasa persahabatan dan sifat mcmaafkan. Pe-
dang inilah telah betul-betul membawa hasil dan membersihkan
hati para lawan. Dan selanjutnya menjadikan hati mereka bersih
danjernih seperti kaca. Pukulan pedang semacarn itu jauh lebih
efektip dan tajarn daripada pedang-pedang bisu" (Kitab Dunia Ka
Hadi Hazam Ghaironfi Nazar Mein, artinya, "Pcmanduduaia
teibesar dalam pandangan orang lain," him. 611).
Sesudah kutipan ini tak perlu dikernukakan pandangan atau per-
timbangan yang lain. Hanya hati secara tak tertahan-tahan mengcluh,
alangkah baiknya Maulana Maududi berlaku terhadap Penghulu dan
Junjungan beliau sekurang-kurangnya setaraf dengan seorang khadim
Krisna dan bukan saja seorang bahkan puluhan khadim Hadhrat Kriina
«ttt merenungkan sejarah Islam; mereka merasakan keindahan dan ke-
.bajikan tak terhingga yang dimiliki oleh Penghulu kita. Mereka tak da-
pat menahan diri menyatakan bahwa :
41
ll'i

"Orang berkata bahwa Islam tclah tcrscbar karena -ditunjang
oich kckuatan pedang. Tetapi kami tidak dapat mcnyctuJui pan-
dangan mercka sebab sesuatu yang disiarkan deogan paksaan sclama-
nya dengan cepat dicopot kernbali dari sang zaiirn. (Amat menghe-
rankan bahwa penglihatan Maulana yang menyebut diri "Pengenal
watak Rasul" itu tidak dapat mengernukakan hakikat yang amat

nyata danjelas mi,pen-)
"Seancl.ainya agama Islam itu telah tersebar dengan perantaraan
pedang, maka hari ini tidak akan ada bekas apa pun dan Islam. Te-
tapi, tidak. Bukan demikian, bahkan mata kita menyaksikan bah-
wa Islam makin hari makin berderap maju. Mengapa demikian?
Tidak lain oleh karena batin pendiri Islarn (saw. peny.). berisi-
kan kesaktiaii rohani. Hati beliau penuh dengan kecmtaan bagi
manusia, semangat suci, kekasih-sayangan dan iba hati bersema-
yam di kaibu beliau, pikiran-pikiran yang baik membimbing be-
liau."
Namun demikian Maulana Sahib masih juga berpegang pada pan-
dangan beliau bahwa rahasia kekuatan Islam tidak terletak dalam muk-
j'izat rohani beliau tetapi pada pedang beliau. Sayang seribu sayang,
mukjizat suci dalam kchidupan Rasulullah saw. yang tidak luput dari
pandangan seorang Arya fanatik, luput dari "pandangan yang menda-
lam" Maulana Maududi.
Siapa yang tidak mengenal sikap tidak bersahabat terhadap Islam
Arya Musafir (satu majalah yang dikeluarkan oleh orang-orang Arya
yang anti Islam, peny.). Arya Musafir adalah terompet agama Arya
yang senantiasa menentang Islam dengan gigih; tetapi, bila salah seorang
dari staf pengarangnya mcnyelidiki sebab-sebab keunggulan dan kerne-
nangan Rasulullah saw. maka tuduhan bahwa Islam itu tersebar karena
ditunjang oleh pedang ditolaknya sebagai tuduhan yang usang dan tan-
pa alasan dan terpaksa mengakui sebab kernenangan beliau adalah bah-
wa péri kehidupan beliau merupakan suatu peragaan mukjizat. Dia me-
nulis dan betapa benar lagi sucinya kesaksian hati nurani manusia ialah
bahwa :

"Orang yang meminumkan orang-orang Quraisy piala Syaha

kita dengan khidmat-khidmat Khalid (Hadhrat Khalid bin Walid,
penJ,Hadhrat' uhammad (saw. peny.). menggelorakan lautan se-
mangat keimanan penduduk Arab nomad dan menjadikan mereka
pemuja Allah yang Mahaesa" (Arya Musaflr, Oktober 1913 hlm.
2 — 3, acuan Barg_iizidah Rasul Ghairon Mein Maqbul. him. 24) .
Begitu pula dalam sebuah pertemuan yang diadakan oleh Arya

Samaj di kota Lahore, Tuan Ram Dev bekas profesor di Gui-ukai Kanga-
ri serta redaktur Vedic Magazine dalam menolak tuduhan yang keji
bahwa Islam itu telah tersebar karena ditunjang pedang telah mengemu-
kakan hasil penyelidikannya dengan kata-kata sebagai berikut:
"Tetapi scsudah berdomisili di Medinah, Muhammad (saw.
peny.). telah meniupkan daya sihir ke dalam diri mereka bagaikan
kekuatan halilintar yang membuat manusia menjadi dewa ...... Dan
adalah tidak benar bahwa Islam itu telah tersebar semata-mata
karena ditunjang oleh pedang. Adalah merupakan kenyataan
bahwa pedang itu sekali-kali tidak pernah dihunus untuk menye-
barluaskan Islam. Seandainya ajaran agama itu dapat disebarluas-
kan dengan pedang maka coba sebarkanlah pada hari ini" (Surat
kabar Parkasi dengan acuan, "Barguzidah Rasai Ghairon Mein
Maqbul. " him. 24).
Betapa kekainya nilai kebenaran yang telah dikandung oleh kali-
mat terakhir ini, yaitu "Seandainya ajaran agama itu dapat disebarluas-
kan dengan pedang maka coba sebarkanlah pada hari ini. "
Ini merupakan suatu tantangan terhadap mereka yang menuduh
Junjungan kami, Muhammad saw., melakukan paksaan. Dan saya
bersumpah dengan Zat yang telah mewujudkan agama bahwa sejak saat
silsilah nubuwat mulai berlaku, baik di masa dahulu maupun di masa
sekarang, tiada seorang zalim dan kejam dapat menjawab tantangan
tersebut di atas dan tidak akan dapat menjawab. Jangankan seorang
Maududi, jika lima ratus juta Maududi pun bersama-sama berusaha,
mereka tidak dapat mengusir kepercayaan dari hati seorang manusia
pun dengan kekuatan pedang. Seratus dua puluh empat ribu nabi men-
jadi saksi bahwa seratus dua puluh empat ribu kali musuh-piusuh

mereka telan bangkit untuk memaksa mereka meninggalkan keper-
cayaan mereka dengan pedang tetapi tiap kali pedang itu mengalami

dat kcimanan, orang itu merupakan suatu mukjizat dalam dirinya
sendiri ........................ Seandainva kchidunan Mllhammad
peny.) bukan mukjizat, maka siapakah yang akan memanfaatkan

~ o oý --- 0 --— ------0—-—"-
kegagalan. Tangan-tangan yang memegang pedang itu menjadi tak ber-
daya dan pedang-pedang itu sendiri menjadi patah, serta di bawah na-

42

43
ungan mereka agama itu terus mekar berkembang dan berbuah tanpa
ketakutan. Jika demikian, layakkah bagi penghulu semua nabi mening-
galkan cara pertablighan mereka yang efektif itu lalu menempuh cara
orang-orang zalim yang mengalami kegagalan? Janganlah berkata demi-
kian! Sebab, kata-kata demikian merupakan kezaliman terbesar terha-
dap Penghuluku dan begitu nyatanya kezaliman ini sehingga orang-
orang bukan Islam pun dengan serta-merta menyangkai bahwa tidak
pernah terjadi demikian.
Ternyata Monsieur Angene Kelofai menulis mengenai beliau :
"Muhammad (szw,pen.) tejah berkehendak menaklukkan e-
luruh dunia dan membuat Islam memperoleh keunggulan namuiTBe-
liau tidak mengizinkan adanya tindak kekerasan macarn apa U" tr-
hadap p-a pengikut agama-agama lainnya. Mereka diberi kebeEas-
an beragama dan kebebasan menyatakan pendapat mereka serta
beliau tetap membiarkan berlakunya hak-hak peradaban mereka"
(Islam aur Ulamae ferang, him. 9 dengan acuan "Bargnzidah Rasai
Ghairon Mein Maqbul").
Tuan Gandhi pun yang memiliki firasat sangat tajarn akhimya ter-
paksa mengubah pandangan beliau yang telah tersebut di atas sesudah
beliau mengadakan penyelidikan lebih lanjut. Beliau dalam suatu pe-
nerbitan surat kabarnya, Youngindian, mengubah pandangannya
dengan mengatakan bahwa :
"Makin banyak saya pelajari agama yang ajaib ini, hakikat ini
semakin nyata bagi saya bahwa kcagungan dan kejayaan Islam tidak
bersumber kepada pedang."
L/ Dan Doktor D.W. Lights pun memperoleh bahan dari AI-Qur'an
sendiri untuk membantah tuduhan ini. Beliau menulis:
"Sungguh, semua dalil mereka enjadi patah. ialah, dalil-dalil
yang berpegang kepada pandangan bahwa tujuan iihad itu tak lain
ialah menyebarluaskan lsjain_dengan pedang. Sebab y berlawanan
dengan tuduhan mereka, telah tersebut dengan j'elas dalam Surah
AI-Haj bahwa, "tujuan jihad ialah menjaga mesjid-mesjid. gereja-
gereja, tempat-tempat peribadatan umat Yabudi,. dan tempat-teni..
pat peribadatan orang-orang zahid dari kehancuran" (Asiatic
Quart erly Review, Oktober 1886).
Saya bertanya kepada mereka yang menuduh bahwa Islam telah
tersebar dengan pedang dengan mengutip ungkapan AI-Qur'an sendiri.
44

<' ´Cý•~// ý Iý :r ~ :
céJ ~C,)C; ~, ii
a
"Tidakkah mereka mai' merenungkan Al-Qur'an, atau adakah
kuncipadakalbu mereka?" (Muhammad: 25).
Tetapi, siapa yang dapat membuat sang Maulana memahami
bahwa beliau yang begitu gigih berpegang kepada dakwaan, secara tan-
das tanpa bertedeng aling-aling, dan kepada pemyataan beliau yang de-
ngan demikian menyokong Funder, Sale, Coupy, Smith, Dowzy,
Springer, dan Henry bahwa :
"Kebijaksanaan inilah yang diikuti oleh Rasulullah saw, dan di-
ikuti pula oleh para Khulafa Rasyidin sepeninggal beliau. Tanah A-
rab tempat Fartai Musiim pertama-tama lahir, telah ditakiukkan di
bawah pernerintahan Islam. Sesudah itu Rasulullah saw. menyarn-
paikan seruan kepada negara-negara tetanggauntuk menerima prin-
sip-prinsip dan jalan pikiran beliau; namun, beliau tidak menunggu
apakah seruan itu diterima atau ditolak bahkan manakala beliau
cukup kuat untuk bertindak, beliau mulai menyerang kerajaan
Romawi. Setelah Hadhrat Abu Bakar r.a. menggantikan Rasulullah
saw. sebagai pernimpin partai, maka beliau padawaktu bersamaan
mengadakan serbuan terhadap dua kerajaan bukan-musiim, ialah,
Roma dan Iran; sedangkan Hadhrat Urnar r.a. membawa serangan
itu kepada titik terakhir dan memperoleh kernenangan mutlak"
(HakikatJihad,h\m.65).
Seandainya tulisan ini merupakan hasil pikiran seorang penulis ko-
munis dan kebijaksanaan yang demikian dinisbahkan kepada Marx atau
Lenin atau pun Stalin dan andaikala ungkapan "Partai Musiim" diganti
dengan ungkapan "Partai Komunis," tentu saya tidak akan heran dan
hati saya sedikit pun tidak bergejolak karenanya lagi saya tidak akan
payah-payah memikir gerangan apa yang ditulisnya. Alangkah baiknya
Jika demikian keadaannya, tetapi sayang, bukanlah demikian kejadian-
nya. Sekali lagi sayang. Dan, tulisan ini adalah tulisan seorang pernikir
Islam yang dengan kata-kata tegas dan jelas menuduh wujud yang di-
akuinya sebagai anutan baginya.
Tulisan ini adalah tulisan Maulana Maududi. Kata-katanya jelas
dan tidak meragukan. Tuduhan ini sangat keji dan kotor lagi tidak berisi
satu tuduhan saja bahkan telah melancarkan tuduhan demi tuduhan.

45
Sangat berat bagi saya membacanya dan sangat berat pula menulisnya.
Dan tak tahan hati menderita bila pandangan jatuh kepada kalimat be-
tapa Rasulullah saw. telah menvampaikan seruan Islam :
"Namun beliau tidak mcnunggu apakah seruan itu diterima a-
tau ditolak bahkan manakala beliau cukup kuat untuk bertindak,
beliau mulai menyerang kerajaan Romawi."
Kebijaksanaan dan siasat Rasulullah saw. adalah kebijaksanaan
maksum (lugu) yang suci lagi bersih bagaikan hati anak baru lahir. Be-
liau mengangkat pedang hanya bila beliau menjadi sasaran tindakan-tin-
dakan kezaliman yang melampaul bâtas. Tangan beliau adalah tangan
keselamatan, dan sama sekali asing dari pedang agresi. Bila orang-orang
berhati putih dari kalangan bukan Islam mengarahkan pandangap kepa-
da kebijaksanaan beliau, mereka menamakannya sebagai kebijaksanaan
keselamatan, keamanan, dan bêla diri semata-mata. Sesudah membaca
kata-kata Maulana Maududi tersebut, kini silahkan memeriksa kata-
kata yang diucapkan oleh seorang Sikh yang semasa dengan Maulana
Maududi :
"Mula pertamabilamusuh-musuh R.asulullahsaw. membuat
kchidupan beUau_peimh_dengan pendentaanJnaka beliau menyu-
ruh para gengikut beliau meninggalkan tanah tumpah darah mere-
ka dan berhijrah ke Medinah, yang berarti, bahwa daripa'da meng-
angkat senjata terhadap saudara-saudara setanah air lebih baik
meningRalkan tempat tumpah darah yang sangat dicintainya. Te-
t_api_gada_ahirnya, apabila kezaliman dan tindak kekerasan telah
melampaui bâtas maka terpaksalah beliau menghunus pedang un-
tuk membela diri dan Islam ............. propaganda bahwa paksaan
diizinkan a)B;ama_merupakan akidah orang-orang bodoh yang ti-
dak memahami hakikat agama maupun duniawl. Disebabkan jauh-
nya dari kebenaran-kebenaran hakiki mereka merasa bangga atas
akidah yang salah ini" (Nawan Hindustan Delhi, edisi 17—II—49).
Saya tidak mau menambahkan penilaian saya sendiri terhadap ku-
tipan ini, hati para pernbaca akan menjadi saksi bahwa orang yang ma-
nakah yang benar di antara kedua orang tersebut, apakah pengulas be-
rita yang adalah orang Sikh itu ataukah sang "Pengenal jiwa Nabi" itu?

46

TUDUHAN BAHWA ISLAM TERSIAR
MELALUITINDAKKEKERASAN
DISOROTDARISEGIFAKTA-FAKTASEJARAH
Kutipan ungkapan Maulana Maududi yang dicantumkan dalam bab
yang lalu, yaitu, "Namun ketika sesudah gagainya nasihat dan pertab-
lighan sang penyeru kepada Islam memegang pedang di tangannya. . . ,"
adalah diambil dari kitab beliau A l-JihadFil Islam. Dengan menelaah
buku itu orang dengan mudah dapat mengambil kesimpulan bahwa
buku itu adalah hasil renungan otak seorang yang jalan pikirannya me-
ngikuti keeendrungan-keeendrungan pribadi serta gejala-gejala kaibu-
nya. Allah swt." telah menganugerahkan akal budi kepada manusia
sebagai penengah dan hakim yang sekaligus menjalankan keadilan ter-
hadap perasaan-perasaan dan inteleknya, danjika di satu pihak menjaga
kedua-duanya supaya jangan berlaku tidak wajar terhadap satu sama
lain maka di pihak lain memelihara juga keseimbangan internnya. Te-
tapi bila hakim yang menengahi pandangan dan pikiran berobah menja-
di tidak adil oleh karena salah didikan atau tidak dapat mempertahan-
kan kebebasannya dan sebaliknya menjadi budak perasaannya sendiri,
maka dalam alam pikiran orang seperti itu mulai menampakkan gejala-
gejala kokacalian tak terkendalikan oleh hukum serta kesimpangsiuran.
Jika akal yang tidak bebas atau tidak adil itu terdapat dalam diri yang
benar-benar jahil atau sama sekali kosong dari perasaan, maka orang
semacarn itu tidak berbahaya bagi manusia secara kolektif, tetapi,
makin banyak orang semacarn itu memiliki khazanah ilmu atau kelim-
pahan perasaan maka sebanyak itu pula ia mengambil kesimpulan-ke-
simpulan yang keliru dan hal demikian itu menjadi sebab datang musi-
bah dan percobaan bagi dunia. Bila hakim akal ini lemah maka adakala-
nya akal itu dikuasai oleh perasaan-perasaannya dan kadang-kadang
menjadi budak ilmu lahiriahnya. Adakalanya ia menjelma dalam rupa
seorang penyair yang sesat atau seorang sinting; adakalanya, ia menam-
pak sebagai ahli filsafat yang gersang atau sebagai seorang ulama yang
asing dari kerohanian. Dalam salah satu bentuk dan rupa seperti itu
ia menjadi musibah dan bahaya bagi umat manusia. Penclaahan terha-
dap beberapa buku Maulana Maududi, seperti Al-Jihad Fil Islam,
memberi kesan kepada saya bahwa hakim akal budi beliau tidak bebas
melainkan tunduk kepada kecendrungan tertentu pribadi beliau. ltulah
sebabnya konkiusi-konkiusi yang diambil beliau dari perbendaharaan
47
ilmunya adalah sangat rancu (kacau) bahkan saling bertentangan. Se-
cara apriori beliau telah bertekad mengenai Islam bahwa agama yang
tak bemoda ini kalaulah dapat disebarkan maka hanya dengan keke-
rasan, tetapi beliau dihadapkan kepada kesulitan bahwa pertama Al-
Qur'an sendiri menentang pandangan itu dan tiap saat dari kehidupan
Rasulullah saw. mendustakannya dan kedua, belfau agak khawatir an-
tara lain apa yang akan dikatakan oleh orang bukan Islam bahwa Is-
lam itu agama yang kejam sekali.
Ringkasnya, Maulana itu têrjerat dalam kebingungan. Apa yang
diinginkannya tidak dapat dikatakannya dengan selengkapnya, dan apa
yang dapat dikatakannya bukanlah sepenuhnya suara hatinya. Maka,
terkurung dalam kekacauan demikian beliau menciptakan suatu jalan
berliku-liku untuk menyatakan suara hatinya. Dalam buku yang sedang
kita kaji itu mula pertama beliau menyatakan bahwa Islam tidak meng-
izinkan mempergunakan paksaan dalam urusan agama, tetapi kesudah-
annya bersemayarn pada pendakwaan yang sama sekali bertentangan de-
ngan yang semula. Pada permulaan buku itu segala daya-upaya dike-
rahkan untuk membuktikan bahwa peperangan Rasulullah saw. meru-
pakan peperangan bêla diri dan bertujuan menjamin kebebasan menya-
takan suara hati manusia, menggagalkan semua usaha kotor dari para
lawan yang hendak menekan Islam, melalui tindak kekerasan dan pak-
saan, membebaskan hak dari semua belenggu dan kekangan.
SATU LANGKAH KE DEPAN
Membaca ini hati manusia merasa gembira bahwa betapa sucinya
agama yang mengemukakan s~aon_Eenuh kedamaian dan kebebasan
yang cocok sekali dengari fitrat manusia serta mengakui hak kebebasan
manusia dalam panjjmgan-pandangan agamawi dan bahwa -g--a-
cam tjndak kekerasan untuk mendesakkan kepadanya pandangan aga-
mawi lainnya adalah tidak sah. Tetapi sayang, kegembiraan ini tidak
bertahan lama dan Maududi Sahib mulai mengambil peran lain setelah
sampai kepada titik ini serta seluruh argumentasi demikian rupa dipu-
tarkan sehingga mengaitkan pandangan-pandangan radikai dengan aga-
ma Islam. Anda tentu akan merasa heran jika pertama-tama pandangan
ini diterima, yaitu, peperangan Islam semata-mata bersifat bêla diri
serta merupakan suatu protes secara praktis terhadap penggunaan tin-
dak kekerasan dalam urusan agama, maka bagaimana dapat sekaligus
48

dikatakan bahwa Islam sendiri membenarkan tindak kekerasan atas
nama agama? Memang bagi Anda dan saya sulit memahami paradoks
ini tetapi hal ini sedikit pun tidak sulit bagi Maududi Sahib. Temyata
setelah merasa puas dengan memberikan jawaban yang mendiam bisu-
kan mulut lawan, kini mulai menyatakan isi hatinya melalui suatu pero-
bahan hati yang menakjubkan, memberi arti semau-maunya kepada Al-
Qur'an dan Hadis lalu mengernukakan alasan yang tak dapat dipahami,
beliau pada akhimya sampai kepada kesimpulan bahwa memang perang
itu tidak diizinkan untuk mengislamkan orang-orang;namun, peperang-
an bukan saja dibolehkan bahkan diwajibkan untuk mencegah. orang
dan hal-hal buruk yang telah menjadi lumrah berlaku di negeri-negeri
~,, kebudayaan serta peradaban bukan musiim. Oleh sebab itu Islam
lima sekali tidak mentolerir melibat orang melakukan hal-hal buruk di
4egeri mereka sendiri. Tindak kekerasan demikian tidak dapat disama-
kan dengan mencampuri kebebasan manusia sebab tindak kekerasan
ini tidak berkaitan sedikit pun dengan penyebaran Islam bahkan tindak
kekerasan ditempuh hanya semata-mata untuk mencegah orang dari
hal-hal yang buruk.
Dengan satu langkah ke depan lagi membuat pernyataan demikian
Maulana Sahib telah sampai dekat sekali kepada kecenderungan-kecen-
derungan pribadinya namun sampai kini isi hati beliau belum sepenuh-
nya temngkap. Apa enaknya dalam berupaya menahan orang dan per-
buatan tercela dengan kekuatan pedang? Bila satu kali pemah meraih
pedang dengan tujuan mencegah hal-hal yang buruk, maka akan menja-
di puaskah sampai di situ? Tidak, bahkan seyogyanya ada tujuan lain-
nya dan tujuan itu tidak sulit dicari. Jika sebuah saja ayat AI-Qur'an
dilepaskan dari konteksnya lalu diberi arti sesuai dengan kemauan sen-
diri maka tujuan itu dengan mudah didapat. Temyata, seraya menern-
puhjalan yang mudah ini Maulana Maududi bertutur,
"'~' \ P PL/>>>>>>>
"Dalam kalimat ~itl l ~~• ~• (Hingga mereka memba-
yar jiziah) telah dikernukakan tujuan dan maksud perang semacarn
itu dengan sebaik-baiknya (yaitu peperangan yang dilakukan de-
ngan maksud mencegah orang dari hal-hal yang buruk, pen.); jika
dikatakan ) rP ~L " yakni, hingga mereka menerima Islam,
Ll*•~'cf
tentu vane dimaksudkan itu ialah memaksa mereka untuk masuk
Islam dengan kekuatan pedang.Tetapi kata-kata ~ ~ ý ~: ~ " "
4Q
(hingga mereka mcmbayarjiziah) menyatakan bahwa kerclaani mc-
reka membayar jiziah merupakan tujuan terakhir peperatigan
dan sesudah itu tidak dapat dilakukan pcnyerangan tcrhadalp ji-
wa dan harta kekayaan mereka, baik mereka menerima Islam atau
tidak menerima" (Al-Jihad Fil Islam, him. 93).
Saya harap para pernbaca telah memahami dengan seksama kata
pendahuluan tadi bahwa akal yang tidak bebas bila memperoleh sedikit
kemahiran dalam ilmu, ia mengernukakan ke-hadapan khalayak dunia
konkiusi-konkiusi yang kacau lagi amat berbahaya. Ini merupakan suatu
ironi yang amat keji bahwa pernbahasan itu dimulai dengan pemyataan
bahwa agama Islam itu menjamin kebebasan pribadi serta satu-satunya
tujuan peperangan Islam itu hanya mengimbangi tindakan para musuh
Islam yang sedang menindas kebebasan beragama; maka, tiba-tiba dike-
rnukakannya pandangan bahwa sebenarnya ajaran agama Islam itu meli-
puti dua hal, ialah, menyuruh berbuat baik dan melarang perbuatan ti-
dak baik; karena perintah untuk memaksa orang berbuat baik adalah
berlawanan dengan Islam, tentu Islam tidak berbuat demikian tetapi
oleh karena perbuatan-perbuatan yang buruk sama sekali tidak dapat
ditolerir maka itu Islam menyuruh berperang dengan tujuan mengikis
habis seluruh kejahatan dari seluruh penjuru dunia. Pada akhirnya ia
mengambil konkiusi bahwa oleh karena peperangan itu bertujuan me-
ngikis habis kejahatan-kejahatan maka Islam merasa puas dengan me-
nerima jiziah dan "Sesudah itu tidak dapat dilakukan penyerangan
terhadap jiwa dan harta kekayaan mereka, baik mereka menerima
Islam atau tidak menerima." Sesampainya di sini Maulana sama sekali
melupakan separuh Islam lagi, yaitu, melarang kejahatan sebab bila
jiziah diperoleh maka tercapailah sudah tujuan yang sebenarnya.
Temyata, sampai-sampai apa yang dimaksudkan dengan menerima
atau menolak Islam itu lupa disebutkan. Amar bil ma'ruf da.nNahi
ami munkar dua-duanyakah atau salah satu di antara keduanya?
LOMPATAN TERAKHIR
Tetapi, sampai kini Maulana Sahib belum dapat menyatakan se-
penuhnya kata hati beliau dan masih lagi tinggal satu lompatan terakhir.
Daya naluri Maududi tidak dapat berpikir bahwa penyiaran Islam ti-
dak mempunyai pertalian sedikit pun dengan pedang dan bahwa tanpa
kekerasan pun ada agama yang dapat tersebar di dunia. Temyata, se-
telah mengernukakan penerimaan jiziah sebagai tujuan peperangan ls-
Rh

~m tsrliau benisaha membuktikan bahwa pokoknya untuk penyebaraii
Islلm tidak ada jalan lain melainkan pedang dan sesuai dengan ucapan
Juggeris, 'Thé cat is out of thé bag" (kucing itu melompat keluar dari
kantang) — isi hati beliau akhirnya telah keluar pula dan tiba-tiba Mau-
igJia mengambil suatu lompatan dengan menuduh wujud suci Rasulu-
llah saw., "Namun, ketika setelah mukjizat-mukjizat gagal sang Da'i
Islam itu meraih pedang ......................" dan serta-mertamemuntahkan
segala yang sampai kini masih tertimbun di hati. (Sayang, sebelum sam-
pai kepada titik ini langkah-langkah beliau masih dalam bâtas perolok-
olokan maka dengan lompatan ini langkah-langkah itu masuk dalam
daerah kezaliman yang nyata). Dan dengan cara khas beliau, seraya
menyatakan siang sebagai malam dan malam sebagai siang, menampak-
kan citra berdarah dalam rangka penyebaran agama ini sebagai kebe-
naran yang senyata-nyatanya. Konkiusi terakhir dari semua halaman
hitam itu sebagai berikut:
"Sebagaimana hainya tidak benar mengatakan bahwa Islam
memaksa orang-orang menerima Islam dengan kekuatan pedang,
demikian pula hainya ucapan ini pun salah bahwa pedang tidak
mempunyai peran apa pun dalam penyebaran Islam" (Al-Jihad Fil
Islam, him. 138).
Tainpak kepada Anda dari mana Maulana bertolak dan telah sam-
pai ke mana, dengan tujuan apa pedang dipegangnya dan di mana di-
pergunakannya? Melihat diplomasi Maulana demikian, jalan pikiran ma-
nusia dengan sendirinya beralih kepada gambaran negara-negara yang
tadinya memanggui senjata untuk tujuan bêla diri tapi akhirnya mulai
mempergunakannya untuk tujuan-tujuan agresi. Maulana mempunyai
kesenangan berbuat semau beliau dan dapat pula berpikir menurut cara
beliau sendiri tetapi sekurang-kurangnya beliau harus berhati-hati su-
paya jangan dengan tangan beliau sendiri membuka pintu benteng
bagi musuh dengki yang sejak semula terus menerus melancarkan se-
rangan-serangan keras terhadap Islam dan setiap saat bersiap-siap men-
can dan mempergunakan segala macarn kesempatan!
Seandainya Maulana tidak sempat menelaah AI-Qur'an dan Hadis

wau sedikit pun tidak mengenal sejarah Islam saya akan merasa puas
XM~IL ,.« •» lllrl *. •«1 1•4

pwa apa yang dikatakan oleh Maulana itu timbuinya dan ketunaan

U. Tetapi sayang, tiada alasan untuk berkata demikian sebab beliau
Suliki dan mengetahui ilmu itu semuanya. Kendati fakta-fakta


51


Tidak ada komentar:

Posting Komentar